Kinerja Oke Menko Airlangga, Golkar Dapat Untung

IN
Oleh inilahcom
Kamis 07 Januari 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Survei LKPP menempatkan Golkar sebagai juara dua setelah PDIP. Perolehan elektabilitasnya 15,2%. Berkah kinerja Menko Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketum Partai Golkar.

M Sabil Rachman, Sekjen PPK Kosgoro 1957 mengatakan, hasil survei LKPI lebih dapat diterima publik maupun, karena menghadirkan secara proporsional hasil seluruh Partai Politik yang selama ini teraffirmasi oleh publik melalui kerja-kerja politik kadernya baik di parlemen maupun di legislatif.

Hasil survei LKPI jelas bahwa selain semua partai menjadi variabel dan obyek survei dan lebih cermat. Misalnya, ketika masuk isu korupsi. maka PDIP dan Gerindra yang digdaya pada survei SMRC, justru terjun bebas dalam survei LKPI.

Hal ini tentu tidak mengagetkan karena dalam kurun waktu sebulan terakhir kader kedua partai tersebut yang duduk di kabinet tertangkap bahkan jadi Tersangka oleh KPK karena diduga melakukan korupsi. Isu korupsi menurut LKPI menjadi variabel utama turunnya suara atau elektabilitas PDIP dan Gerindra sebagai hal yang tidak dicermati oleh SMRC.

Dari hasil survei LKPI, Rachman melihat ada yang menarik, terkait kenaikan signifikan elektabilitas Golkar, yang dalam survei SMRC hanya 5,6 % menjadi 15,2 % dalam survei LKPI. ?
Nampaknya publik atau responden melihat bahwa selain korupsi yang menyebabkan kedua partai yakni PDIP dan Gerindra turun drastis juga karena faktor kepuasan publik atas kinerja agenda perekonomian dan kemampuan pemerintah menangani covid 19 yang direpresentasikan Airlangga Hartarto Menteri selaku Menko Perekonomian yang juga Ketua Umum Partai Golkar.

"Itu artinya, faktor kepemimpinan dan kemampuan mengelola agenda-agenda pembangunan serta responsifitas Airlangga Hartarto dalam menjawab isu-isu terutama ketika negara sedang menghadapi masalah seperti Covid-19 merupakan variabel yang sangat menentukan," ungkapnya.

Jabatan Airlangga Hartarto yang selain Menko Perekonomian juga Ketua Penanggulangan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), menurutnya, terpahami benar oleh publik sebagai prestasi yang semestinya bahkan mutlak diapresiasi.

Dikatakan Rachman, hal ini terlihat dari survei LKPI yang menemukan bahwa 76,6% masyarakat merasa puas dengan usaha pemulihan ekonomi nasional oleh pemerintah yang sangat membantu masalah ekonomi rumah tangga keluarga masyarakat Indonesia akibat dampak Covid-19. Di luar angka tingkat kepuasan publik yang cukup besar di atas memang masih ada juga yang tidak puas namun tidak signifikan hanya 18,7% dan sisanya 4,7% tidak menyatakan apapun.

"Publik yang kecewa tersebut beralasan karena program atau usaha pemulihan ekonomi nasional tidak ada dampak positif terhadap keadaan ekonomi rumah tangga. Hasil survei ini secara subyektif dapat dijadikan bahan bagi Golkar untuk makin memperkuat posisinya dalam mendorong pemerintah melaksanakan agenda-agenda pembangunan yang secara obyektif sangat dibutuhkan rakyat," ungkapnya.

Peran penting Airlangga Hartarto sebagai ketua umum Partai Golkar harus dapat diperkuat tafsir dan irisannya agar publik dapat memahami bahwa langkah-langkah simbolik Bapak Airlangga Hartarto sebagai Menko Perekonomian dapat terbaca secara bersamaan bahwa itu juga mewakili simbolik Golkar didalamnya.

Jika dikaitkan dalam perspektif baik ekonomi maupun politik, maka hasil survei dengan jawaban di atas terang mengarah kepada aktor yang menggagas dan melaksanakan proses implementasi kebijakan penanganan covid yang secara struktural dan fungsional dikendalikan oleh KPC PEN yang dipimpin oleh Airlangga Hartarto Menko Perekonomian.

Namun dalam posisi Airlangga Hartarto juga sebagai Ketua Umum dan calon Presiden maka tingkat kepuasan publik diatas harus dikapitalisasi sebagai "bonus" politik untuk Golkar dalam menghadapi seluruh proses kontestasi politik setidaknya dalam kurun 2021-2024 terutama untuk Pileg dan Pemilihan Presiden.

Sudah saatnya Golkar memalingkan dan focusing (lebih fokus) mengarahkan sumber daya politiknya untuk momentum Pileg dan Pilpres dengan secara cerdas selain menyiapkan atau mematangkan Airlangga Hartarto sebagai Calon Presiden juga menyiapkan kadernya untuk bertarung dalam Pileg 2024.

Titik berangkat hasil survei LKPI, di mana elektabilitas Golkar pada angka 15,2% sesungguhnya sudah kemenangan atau setidaknya motivasi psikologis yang cukup dapat meyakinkan Golkar untuk lebih percaya diri menghadapi arena politik kompetisi partai yang diperkirakan masih akan sangat dinamis. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA