Bos Salim Grup Borong Saham Bank Chairul Tanjung

IN
Oleh inilahcom
Jumat 08 Januari 2021
share
Anthoni Salim, CEO Salim Grup

INILAHCOM, Jakarta - Di tengah seretnya perekonomian, taipan Anthoni Salim memboyong saham PT Bank Mega Tbk (MEGA), salah satu ikon bisnis Chairul Tandjung. Duit Rp2,7 triliun digelontorkan.

Melalui anak usaha di bidang asuransi jiwa dan dana pensiun, PT Indolife Pensiontama, saham Bank Mega mengalir ke Salim Grup. Sebanyak 6,07% saham bank kebangaan Chairul Tanjung itu, berpindah melalui PT Mega Corpora.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Indolife Pensiontama melakukan transaksi pembelian saham Bank Mega pada 30 Desember 2020. Indolife Pensiontama membeli sebanyak 422,8 juta unit saham Bank Mega dari pemegang saham publik, atau setara 6,07% dari total saham.

Dalam laporan KSEI yang dipublikasi 4 Januari 2021, tidak dijelaskan Indolife Pensiontama membeli saham melalui pasar reguler atau non-reguler. Hanya saja, pembelian saham tersebut dilakukan dalam tiga kali transaksi masing-masing membeli 304,61 juta, 22,62 juta, dan 95,57 juta unit saham.

Saham Bank Mega pada penutupan perdagangan 30 Desember 2020 berada di harga Rp 7.200 per saham atau naik 2,86% dibandingkan harga hari sebelumnya Rp 7.000 per saham. Jika mengacu pada harga perdagangan tersebut, transaksi pembelian saham Bank Mega oleh Indolife Pensiontama berkisar antara Rp 2,95 triliun hingga Rp 3,04 triliun.

Dengan masuknya Indolife Pensiontama, komposisi pemegang saham Bank Mega pun berubah. Mega Corpora yang merupakan lini bisnis CT Corp, masih memegang 58,01% saham Bank Mega. Sedangkan pemegang saham publik, yang sebelumnya berporsi 41,98% menjadi sebesar 35,91%.

Dikutip dari katadata, analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Okie Ardiastama mengaku belum memiliki gambaran, terkait pengaruh bisnis Bank Mega setelah masuknya Grup Salim. "Dari manajemennya sendiri juga belum klarifikasi kepentingannya apa, sehingga saya belum bisa bicara untuk saat ini," ujarnya.

Meski begitu, kabar pembelian saham Grup Salim ke Bank Mega yang baru santer terdengar Kamis (7/1/2021), berdampak kepada naiknya saham Bank Mega hingga 5,71% menjadi Rp7.400 per saham.

Menurut Okie, saham berkode MEGA ini memang tengah dalam tren penguatan. Meski begitu, perlu dicermati terkait likuiditas saham Bank Mega. Pasalnya, meski harganya naik, namun frekuensi perdagangan saham Bank Mega hanya 35 kali dengan total volume 28,4 ribu unit saham, sehingga total transaksi cuman Rp205,04 juta. "Pergerakan yang masif pada hari ini, tidak didukung dengan volume yang signifikan. Sehingga ada potensi kenaikan yang tidak begitu kuat," kata Okie.

Berdasarkan laporan keuangan hingga triwulan III 2020, Indolife Pensiontama mampu membukukan laba bersih mencapai Rp1,17 triliun, naik drastis dari periode sama tahun sebelumnya yang hanya Rp47,1 miliar. Kenaikan laba bersih tersebut, disokong oleh pendapatan perusahaan yang tercatat naik 2,31% menjadi Rp9,65 triliun.

Kenaikan pendapatan tersebut dihasilkan dari kenaikan hasil investasi sebesar 104% menjadi Rp3,61 triliun. Pendapatan juga terdiri dari pendapatan premis, dimana nilai bersihnya Rp6,03 triliun. Sayangnya, pendapatan premi neto tersebut turun 21,29%.[ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA