Sawit Memang Top, Presiden Jokowi Mengakuinya

IN
Oleh inilahcom
Selasa 12 Januari 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sumringah atas capaian ekspor sektor pertanian yang mengalami kenaikan. Terutama didorong tingginya ekspor produk kelapa sawit.

Apalagi, masih kata Jokowi, kelapa sawit bukan termasuk salah satu komoditas yang mendapat subsidi dari pemerintah. "Saya sangat menghargai ini adalah pertumbuhan yang baik di sektor pertanian, terutama ekspornya. Tetapi juga ingat, ekspor kelihatan tinggi itu berasal dari yang banyak, berasal dari sawit, betul Pak Menko? Hati-hati, bukan dari tadi, bukan dari komoditas-komoditas lain yang sudah kita suntik dengan subsidi-subsidi yang ada," kata Jokowi saat Rakernas Pembangunan Pertanian di Istana Negara, Jakarta, Senin (11/1/2021).

Yang dimaksud Jokowi, selama ini, pemerintah memberikan subsidi pupuk sebesar Rp33 triliun kepada sejumlah komoditas. Sayangnya, produk pertanian yang disubsidi itu tidak menolong banyak terhadap pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Lantaran pemerintah masih harus impor yang mendorong defisitnya aneraca perdagangan.

Atas kondisi ini, Jokowi mempertanyakan peran subsidi pupuk yang super jumbo itu, sebesar Rp33 triliun per tahun. "Rp.33 triliun. Saya tanya kembaliannya apa? 5 tahun berapa? 10 tahun berapa triliun? Kalau 10 tahun sudah Rp.330 triliun," ujarnya.

Dia mengatakan, angka itu besar sekali. Dengan begitu, menurutnya perlu ada evaluasi terkait hal ini. "Bapak dan ibu angka itu besar sekali. Artinya tolong ini dievaluasi ini ada yang salah. Saya sudah berkali-kali meminta ini," ucapnya.

Jokowi menyebutkan, pembangunan pertanian perlu diseriusi secara detail. Terutama berkaitan dengan komoditas pertanian yang masih impor.
"Kedelai hati-hati, jagung hati-hati, gula hati-hati. Ini yang masih jutaan-jutaan, jutaan ton. Bawang putih, beras. Meskipun ini sudah hampir 2 tahun kita enggak impor beras, saya mau lihat betul di lapangannya apakah bener bisa konsisten di tahun-tahun mendatang," tuturnya.

"Tapi yang tadi saya sampaikan barang-barang ini harus diselesaikan urusan, bawang putih, gula, jagung, kedelai dan komoditas lain yang masih impor tolong jadi catatan dan segera dicarikan desain yang baik agar bisa kita selesaikan," katanya. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA