Perantara Suap Joko Tjandra Divonis 6 Tahun Bui

IN
Oleh inilahcom
Selasa 19 Januari 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Perantara suap sengkarut Joko Tjandra, Andi Irfan Jaya divonis hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 4 bulan kurungan.

Rekan Pinangki Sirna Malasari ini dinyatakan bersalah karena menjadi perantara suap dan melakukan pemufakatan jahat dengan Pinangki dan Joko Tjandra terkait upaya fatwa MA.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Andi Irfan Jaya telah terbukti secara sah san meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sengaja memberi bantuan pada kejahatan korupsi dilakukan dan permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana korupsi" kata hakim ketua IG Eko Purwanto saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (18/1/2021).

Andi Irfan dinyatakan hakim melanggar Pasal 11 dan Pasal 15 juncto Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Menjatuhkan hukuman pidana hukum kepada terdakwa Andi Irfan Jaya dengan pidana 6 tahun penjara dan denda Rp 100 juta dengan ketentuan apabila tidak tidak dibayar maka diganti pidana kurungan selama 4 bulan," ucap hakim Eko.

Hakim Eko mengatakan Andi Irfan Jaya melakukan pertemuan dengan Pinangki Sirna Malasari, Anita Kolopaking, dan Joko Soegiarto Tjandra alias Joko Tjandra pada 25 November 2019 di kantor Joko Tjandra bertempat di Kuala Lumpur, Malaysia. Hakim menyatakan dalam pertemuan itu Andi Irfan berperan sebagai seorang konsultan yang akan mengurusi hal lain termasuk action plan.

"Menimbang dari fakta hukum peranan terdakwa telah terbukti adalah sebagai konsultan yang meredam media massa, apabila Joko Soegiarto Tjandra ke Indonesia," ucap hakim Eko.

Hakim menyebut pertemuan itu juga telah terjadi kesepakatan fee. Adapun kesepakatan fee adalah Anita Kolopaking USD 400 ribu untuk biaya urusan hukum dan Andi Irfan USD 600 ribu untuk urusan action plan.

"Bahwa pada saat makan malam ada kesepakatan urusan hukum kepada saksi Anita Kolopaking dengan biaya USD 400 ribu, sedangkan urusan lain yang dituangkan di action plan diserahkan terdakwa dengan biaya usd 600 ribu," kata hakim Eko.

Majelis hakim juga meyakini Andi Irfan menerima DP dari USD 600 ribu itu sebesar USD 500 ribu. Uang itu kemudian diserahkan Andi Irfan ke Pinangki.

Selain itu, Andi Irfan juga terbukti melakukan permufakatan jahat. Meski Andi Irfan tidak memiliki niat jahat saat mengamini ajakan Pinangki ke Kuala Lumpur, Malaysia, namun Andi Irfan ikut membicarakan sesuatu tentang upaya hukum Joko Tjandra dengan Pinangki Anita Kolopaking, dan Joko Tjandra.

Sebelumnya, Andi Irfan dituntut jaksa 2 tahun 6 bulan dan denda Rp 100 juta subsider 4 bulan kurungan. Andi Irfan diyakini terbukti menjadi perantara suap dan melakukan pemufakatan jahat dengan Pinangki dan Joko Tjandra terkait upaya fatwa MA

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA