DPR Minta Menteri Erick Cuci Gudang Direksi Pupuk

IN
Oleh inilahcom
Selasa 19 Januari 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Komisi IV DPR Sudin geregetan dengan penyaluran pupuk subsidi yang tak pernah beres. Masih saja terdengar keluhan petani sulit mendapatkan pupuk subsidi.

Atas dasar itu, Sudin yang juga politkus PDI Perjuangan itu, mendorong pemerintah dalam hal ini Menteri BUMN Erick Thohir, memecat direksi Badan Usaha Milik Pemerintah (BUMN) yang menerima dana subsidi pupuk.

Sudin menjelaskan, anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk subsidi pupuk sangat besar setiap tahun. Namun ternyata subsidi tersebut tidak membuahkan hasil. Diketahui, pada tahun ini subsidi pupuk dari pemerintah ke PT Pupuk Indonesia (Persero) mencapai Rp33 triliun.

Selanjutnya anak buah Megawati ini berndai-andai menjadi presiden. Langkah yang dipilih, subsidi yang angkanya fantastis itu, lebih baik dibelikan pupuk secara langsung, bukan diberikan langsung lewat PT Pupuk Indonesia (Persero).

"Kalau saya jadi presiden, Rp33 triliun ini ngapain beli di PT PI? Beli aja di luar (PT PI)," kata Sudin saat Rapat Dengar Pendapat dengan Kementerian Pertanian, Kemenko Perekonomian, PT Pupuk Indonesia dan Himbara, Jakarta, Senin (18/1/2021).

Selanjutnya Sudin mempertanyakan rincian alokasi penyediaan pupuk bersubsidi kepada PT Pupuk Indonesia. Dikhawatirkan, anggaran subsidi pupuk malah digunakan untuk membeli seragam atau akomodasi perjalanan dinas para direksi. "Jangan-jangan seragam juga masuk ke anggaran subsidi pupuk. Jalan-jalan direksi juga masuk situ. Kalau ini benar, akan saya buat laporannya," kata Sudin.

Bahkan dia mengusulkan untuk memecat para direksi perusahaan BUMN yang terbukti menerima dana subsidi pupuk. Para direksi tersebut diganti jabatannya menjadi kepala pabrik di masing-masing perusahaan dan bisa menghemat anggaran. "Dirut-dirut ini enggak ada gunanya, pecat saja, ganti pakai kepala pabrik, jadi hemat anggaran kan? Daripada gajinya buat dirut-dirut ini," kata dia.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Achmad Bakir Pasaman, membeberkan, kesiapan perseroan dalam menyalurkan pupuk bersubsidi dan non subsidi di tahun 2021.

Terhitung, stok awal dan prognosa produksi pupuk 2021 mencapai 15,47 juta ton. Sementara, hingga 16 Januari 2021, stok pupuk bersubsidi mencapai 1,21 juta ton (stok lini 3 produsen). "Untuk UREA stok awal dan prognosa produksinya 8,7 juta ton, dengan alokasi subsidi sesuai anggaran 2021 4,61 juta ton dan non subsidi 3,8 juta ton. Total 7,9 juta ton, sehingga untuk UREA masih ada cadangan untuk 2022 sebesar 782 ribu ton," jelas Bakir.

Untuk pupuk NPK, stok awal dan prognosa produksinya ialah 3,8 juta ton dengan alokasi subsidi 2,68 juta ton dan non subsidi 618 ribu ton. Total alokasi NPK mencapai 3,3 juta ton sehingga masih ada cadangan untuk awal 2022 sebesar 571,8 ribu ton.

Kemudian untuk pupuk SP 36, stok awal dan prognosa produksinya ialah 961 ribu ton dengan alokasi subsidi 640 ribu ton dan non subsidi 20 ribu ton. Total penyaluran pada 2021 ialah 660 ribu ton sehingga cadangan untuk awal 2022 masih ada sebanyak 300 ribu ton. "Pupuk ZA 129 ribu atau hampir 130 ribu ton, dan organik 194 ribu ton (cadangan untuk awal tahun 2022)," lanjutnya. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA