Kader Cabuli Anak Kandung, Begini Reaksi PAN

IN
Oleh inilahcom
Minggu 24 Januari 2021
share
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Mataram - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) mendesak aparat penegak hukum untuk memberikan hukuman seberat-beratnya kepada tersangka mantan anggota DPRD Nusa Tenggara Barat, berinisial AA yang telah melakukan dugaan asusila terhadap anak kandungnya sendiri.

"Sesuai perintah DPP PAN, kita ingin mengetuk dari hati aparat penegak hukum. Kalau ini benar supaya diberikan sanksi yang seberat-berat," kata Ketua DPW PAN NTB, H Muazzim Akbar, di Mataram.

DPP PAN, kata Muazzim, menilai apa yang dilakukan tersangka AA sudah tidak bermoral dan mencoreng nama partai.

"Tidak ada kader PAN seperti itu. Siapapun kader PAN baik yang ada di NTB dan Indonesia tidak ada seperti itu. Siapapun kami akan perlakukan sama. Karena ini bukan moral kader PAN," ujarnya.

Menurut dia, DPP PAN sangat mengutuk keras tindakan asusila tersangka AA terhadap anak kandungnya sendiri. DPP PAN sudah memberikan keputusan tegas untuk memecat AA eks anggota DPRD NTB empat periode itu secara tidak hormat dari keanggotaan partai.

Sebelumnya, mantan anggota DPRD Provinsi NTB berinisial AA (65) sudah ditetapkan sebagai tersangka pelanggar Undang-Undang Perlindungan Anak.


AA pernah 5 periode menjabat sebagai anggota legislatif ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan Pasal 82 Ayat (2) Perppu Nomor 1 Tahun 2016 juncto Pasal 76E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak.


Dalam kasus ini korban adalah anak kandung dari istri kedua AA. Korban yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas itu melapor ke Polresta Mataram pada hari Selasa (19/1), sehari setelah mendapat perlakuan bejat dari ayah kandungnya yang berusia 65 tahun tersebut.

Dalam laporannya, korban turut melampirkan hasil visum luka pada kelaminnya. Dalam catatan medis korban, terdapat luka baru dengan bentuk yang tidak beraturan pada kelamin dan juga payudara korban.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA