Ketum PAN Nilai UU Pemilu Masih Relevan

IN
Oleh inilahcom
Senin 25 Januari 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menilai, Undang-undang Pemilu No 7 tabun 2017 masih bisa digunakan untuk beberapa kali Pemilu mendatang. Sehingga, menurutnya, pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilu tidak perlu dilanjutkan.


"Saya dulu intens mengikuti UU ini berbulan-bulan, tegang, waduh sudah sampai puncak stres. Oleh karena itu dulu kita sepakat ini UU Pemilu ini bisa digunakan tiga sampai empat kali pemilu," kata Zulkifli ruang fraksi PAN, DPR, Senayan, Senin (25/1/2020).

Zulkifli juga menilai, belum tentu UU baru nantinya lebih baik dari UU Pemilu saat ini.

"Kalau diubah, saya sudah dengar ini, belum tentu akan jauh lebih bagus. Tentu mengakomodir berbagai kepentingan berbagai kalangan tentu tidak mudah," ujarnya.

Wakil Ketua MPR itu juga menceritakan bagaimana kerasnya pembahasan UU Pemilu sebelumnya. "Dulu sampai dibahas dirumah dinas saya, bahkan sesama anggota Pansus saat rapat 'apa liat-liat'. Tegang karena kita bahas berhari-hari. Kami berpendapat UU Pemilu ini masih cukup untuk terus kita pertahankan. Dan kita fokus kepada Covid-19 dan ekonomi dan mempererat persaudaraan kebangsaan kita kembali," tandasnya.

Seperti diketahui, Komisi II DPR menjadi pengusul revisi UU Pemilu. Saat ini tengah dibahas di Baleg. Dalam draf tersebut, diatur bahwa presidential threshold tetap 20 persen. Sementara parliamentary threhsold naik menjadi 5 persen. [fad]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA