Milenial Berburu Cuan Besar, Pantengin News RCTI+

IN
Oleh inilahcom
Senin 25 Januari 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Berinvestasi saham kini tengah marak di kalangan milenial. Agar mendapatkan cuan yang optimal, mereka perlu pemahaman yang cukup untuk terjun ke dunia saham yang berisiko tinggi.

News RCTI+ melalui Kanal Ekonomi banyak menyediakan informasi penting yang bisa dijadikan acuan untuk berinvestasi di pasar modal termasuk saham. Beberapa tahun terakhir, banyak kalangan muda milenial terjun menjadi investor saham. Bursa Efek Indonesia (BEI) memang terus mendorong mereka untuk berinvestasi di pasar modal sejak dini.

Bahkan, sejumlah perguruan tinggi juga ikut mendorong dan memfasilitasi para mahasiswanya untuk berinvestasi di pasar modal, khususnya pada instrumen saham.

Seperti diberitakan di idxchannel.okezone.com sampai Mei 2020, jumlah investor di pasar modal mencapai 2,81 juta orang. Sejak empat tahun terakhir, investor milenial terus meningkat. Usia 18-25 tahun jumlahnya melambung 338% sejak 2016 yang lalu. Adapun, pada 26-30 tahun tumbuh lebih dari 2 kali. Selanjutnya 31-40 tahun naik 113,85%. Sedangkan untuk usia 41 tahun ke atas tetap tumbuh meski relatif rendah.

Bagi milenial yang ingin menjajal investasi di pasar modal wajib membekali diri dengan wawasan yang cukup. Karena investasi saham berisiko tinggi. Yang paling penting dipahami adalah investasi saham tidak sama dengan bermain judi atau lotre. Karena itu, pemahaman yang benar mengenai investasi saham sangat penting dimiliki para investor. Agar uangnya tidak hilang percuma karena sahamnya memerah.

Saat ini faktanya masih banyak investor milenial yang menjajal peruntungan di investasi saham tanpa pengetahuan yang memadai. Bahkan, yang kini sedang ramai, banyak yang nekad bermain saham menggunakan uang pinjaman. Ada yang berasal dari pinjaman online, uang arisan, menggadaikan tanah milik orang tua dan sebagainya. Mereka tergiur hasil yang berlipat ganda sehingga berani mengambil risiko tersebut.

Hasilnya? Sudah bisa ditebak. Bukan cuan yang didapat, mereka merugi banyak. Mereka panik dan melakukan cut loss melihat saham yang dibelinya nilainya terus turun. Mereka terjebak membeli saham gorengan. Mereka membeli saham perusahaan yang tidak diketahui kredibilitasnya. Mereka pun rugi besar. Akibatnya, mereka kebingungan untuk mengembalikan uang pinjaman tersebut.

Hal di atas adalah sedikit dari contoh bagi pemula yang tidak mau belajar terlebih dahulu sebelum memutuskan terjun berinvestasi di pasar modal. Kita wajib memahami seluk-beluk tata cara berinvestasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Investor perlu juga memahami kondisi bisnis secara fundamental dari perusahaan yang akan dibeli sahamnya. Tak hanya itu, investor juga harus mengetahui kondisi ekonomi mikro dan makro baik secara nasional maupun global. Dan ada satu lagi, sistem teknikal pergerakan harga saham di bursa (IHSG) yang bisa dijadikan acuan untuk membeli saham.

Selain itu, berinvestasi saham juga harus memiliki tujuan yang jelas dan masing-masing investor punya tujuan masing-masing. Yang lebih penting adalah investor mengetahui risiko yang sedang dihadapi. Karena pergerakan saham di pasar modal sangat cepat. Jadi jangan berinvestasis saham karena ikut-ikutan atau mengikuti rekomendasi atau endorse dari selebriti atau tokoh yang kini sedang marak terjadi di media sosial. Karena risiko dari bermain saham ditanggung oleh masing-masing individu.

Seperti sebuah kata bijak dari Lo Kheng Hong, seorang investor yang berhasil mengatakan,Tuhan Maha Pengampun, tetapi bursa saham tidak kenal belas kasihan. Tidak pernah memberi ampun kepada orang yang tidak memahami saham apa yang dibelinya. Wisdom yang diambil dalam seri kartun Duitto & Co karya Lukas Setia Atmaja dan Thomdean ini patut menjadi bahan renungan siapapun yang akan terjun dalam investasi saham.

Untuk memahami bagaimana berinvestasi di saham ada cara yang lebih mudah dan aman, yakni menyimak informasi yang disajikan oleh News RCTI+. Melalui Kanal Ekonomi-nya, ada banyak informasi penting terkait saham yang bisa dijadikan rujukan para investor. Informasi tersebut berupa analisa saham, sektor industri terkait, kondisi ekonomi makro dan juga kondisi pasar modal itu sendiri.

Analisa-analisa tersebut disampaikan bukan oleh sembarang orang. Namun disampaikan oleh para ekonom dan analis saham yang memang telah memiliki sertifikasi sebagai seorang analis pasar modal.

Ada banyak media publisher di News RCTI+ yang punya berita-berita ekonomi terutama pasar modal. Sebut saja idxchannel.com, inews.id, okezone.com, sindonews.com, investor.id, infobanknews.com, trenasia.com, wartaekonomi.co.id, inilahcom dan masih banyak lagi.

Salah satunya yang menjadi bahan pemberitaan para publisher tersebut adalah rekomendasi saham dari MNC Sekuritas yang setiap pagi merilis saham-saham apa yang memiliki potensi bagus untuk dikoleksi. "Setiap hari News RCTI+ memiliki banyak informasi penting untuk para investor yang bisa jadi rujukan untuk lebih memahami dunia pasar modal termasuk investasi saham, kata Co-Managing Director RCTI+ Valencia Tanoesoedibjo.

Didukung 48 publisher, News RCTI + selalu menyampaikan informasi mengenai perkembangan pasar saham saat menjelang pasar dibuka (sesi pagi), sesi siang hari dan saat pasar ditutup (sore hari). Informasi-informasi ini sangat penting dipahami bagi investor termasuk para milenial yang ingin berinvestasi di saham., jelas Valencia.

Saat ini, News RCTI+ telah didukung 48 publisher. Ada ratusan berita terkait pasar modal yang masuk ke News RCTI+ setiap hari . Dengan jumlah berita sebanyak itu, News RCTI+ bisa dikatakan sebagai news aggregator yang paling lengkap dalam menyajikan berita seputar pasar modal. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA