1 Pelaku Pembobol ATM di Ponorogo Masih Buron

IN
Oleh inilahcom
Selasa 26 Januari 2021
share
 

INILAHCOM, Ponorogo - Ada fakta baru dalam penyelidikan kasus pembobolan ATM di Ponorogo. Meski sudah menangkap para pelaku di salah satu SPBU di Jombang, ternyata itu belum menangkap keseluruhan pelaku pembobol ATM di salah satu bank BUMN di depan SPBU Kecamatan Jetis.

Sehingga masih ada satu pelaku lagi yang statusnya masih buron. "Masih ada satu pelaku lagi yang DPO," kata KBO Reskrim Polres Ponorogo Iptu Rosyid Effendi, Selasa (26/1/2021).

Pelaku yang melakukan aksi di ATM di Jetis pada Desember tahun lalu itu ada 4 orang. Yakni berinisial N, AS, G dan A. Mereka mempunyai peran masing-masing untuk melakukan penipuan kepada calon korbannya. Nah, pelaku yang masih buron tersebut yang berinisial A ini.

Dialah yang berperan sebagai orang yang memberitahu korban untuk menghubungi nomor call center palsu yang sebelumnya sudah dipasang. Pelaku A juga mengambil uang dari kartu ATM milik korban. "Yang kami tangkap di Jombang memang berjumlah 4 orang, namun pelaku yang berinisial A ini, tidak ada saat penangkapan," katanya.

Rosyid menceritakan bahwa satu orang yang ikut diamankan itu adalah inisial T. Orang ini masih berstatus saksi, sebab tidak terlibat dalam aksi di Ponorogo. Namun, T ini rencananya akan ikut dalam aksi di Jombang. Tapi sayang, sebelum beraksi, meraka malah sudah tertangkap oleh tim resmob Satreskrim Polres Ponorogo. "T ini masih saksi karena tidak ikut dalam pembobolan di Ponorogo. Dia rencananya ikut dalam aksi di Jombang," katanya.

Diberitakan sebelumnya, kawanan pelaku spesialis pembobol ATM yang ditangkap oleh satreskrim Polres Ponorogo ternyata sudah beraksi di beberapa tempat di Pulau Jawa. Menurut keterangan dari para pelaku, sedikitnya ada 5 tempat mereka melancarkan aksi tipu-tipu tersebut. Yakni di Bogor, Brebes, Solo, Kendal dan Ponorogo.

"Saat mau beraksi di Jombang, tim resmob sudah dulu menangkap para pelaku ini," kata KBO Reskrim Polres Ponorogo Iptu Rosyid Effendi.

Para pelaku ini berinisial N, As, G dan A. Mereka memiliki peran masing-masing dalam beraksi di Ponorogo. Yakni di salah satu ATM bank milik BUMN yang berada di depan SPBU Kecamatan Jetis. Rosyid menyebut jika pelaku As merupakan otak dibalik aksi penipuan di mesin ATM itu. Dia yang bertugas memasang alat untuk mengganjal di mesin ATM tersebut. Butuh waktu sekitar 1,5 jam untuk mengganjal di mesin tempat kartu ATM masuk tersebut.

"Ada besi, senar dan tang untuk memasang pengganjal, As jugalah yang menempelkan nomor call cet palsu di mesin ATM tersebut," katanya. [beritajatim/ton]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA