Kabar dari KBRI Bern

Berkah Diplomasi Ekonomi, Pendukung IE-CEPA Tumbuh

IN
Oleh inilahcom
Rabu 27 Januari 2021
share
Hubungan baik Swiss dengan Indonesia menjelang referendum. Digambarkan Beruang Swiss berpelukan dengan Harimau Sumatera.

INILAHCOM, Jakarta - Sejak Senin (25/1/2021), para pendukung Indonesia EFTA CEPA terus mengkampanyekan pentingnya IE CEPA bagi Swiss. Diplomasi ekonomi terus bergerak.

Kelompok pendukung IE CEPA ini terdiri dari sejumlah anggota partai politik Swiss, antara lain Green Liberal Party (GLP), Social Democrat Party (SP), Swiss People Party (SVP) dan sejumlah partai lainnya serta asosiasi bisnis terbesar di Swiss yaitu Economiesuisse.

Mereka menamkan diri Ja zum abkommen mit Indonesien, kalau diterjemahkan berarti "Ya untuk perjanjian perdagangan bebas dengan Indonesia", memberikan sejumlah pernyataan dalam konperensi pers kampanye mendukung IE CEPA. Pernyataan antara lain mengatakan bahwa 2 dari 5 Swiss Franc yang ada ditangan rakyat Swiss saat ini berasal dari hasil ekspor, artinya Swiss sebagai negara kecil sangat tergantung kepada perdagangan luar negeri.

"Pembangunan industri dan infrastuktur di Indonesia juga menjadi potensi besar bagi perusahaan Swiss. "Oleh karena itu, akses terbuka ke pasar dunia merupakan prasyarat mendasar untuk kemakmuran kita. Karena untuk negara kecil yang miskin sumber daya seperti Swiss, perdagangan luar negeri merupakan pilar penting pertumbuhan," ujar Anggota Dewan Nasional, Die Mitte Elisabeth Schneider-Schneiter dalam rilis kepada INILAHCOM, Jakarta, Rabu (27/1/2021).

Anggota partai politik lainnya menyatakan bahwa perjanjian perdagangan ini merupakan instrumen penting bagi ekonomi Swiss. Terutama pada masa krisis ekonomi terbesar dunia saat ini dan meningkatnya kecenderungan ekonomi yang proteksionis, Swiss sebaiknya memposisikan dirinya secara lebih luas dalam perdagangan internasional. Hal ini menciptakan keamanan bagi perencanaan dan investasi. Mitra dagang Indonesia menawarkan peluang besar di sini.

Sementara, Presiden Economiesuisse Christoph Mder, menyatakan, Indonesia merupakan salah satu pasar dengan potensi perdagangan terbesar yang belum tersentuh. Menurut para ahli, pada 2050, negara-negara di Asia Tenggara akan menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia.
"Dengan perjanjian tersebut, Swiss mengamankan keunggulan kompetitif. Perusahaan kecil dan besar mendapatkan keuntungan dari ini," ujar Mder.

Marco Chiesa, Ketua Swiss People Party menyatakan, perjanjian ini adalah perjanjian perdagangan pertama yang memasukkan unsur sustainability.

Dia menegaskan, perjanjian tersebut tidak akan membahayakan petani Swiss. Negosiasi di FTA dengan Indonesia telah memperhitungkan hal hal terkait kekhawatiran petani lokal Swiss. Sehingga perjanjian tersebut tidak akan beresiko dan bersaing dengan minyak lokal seperti rapeseed dan bunga matahari.

Green Liberal Party (GLP), Tiana Moser menyampaikan jika menolak perjanjian ini, maka berarti menolak Free trade dengan negara lainnya, menolak untuk sustainabilitiy dan menolak untuk meningkatkan standar sosial.
Ratifikasi adalah situasi win-win bagi kedua negara.

Oleh karena itu, Economiesuisse sebagai payung dari pelaku perekonomian Swiss dan berbagai perwakilan partai politik yang hadir, yaitu FDP, Die Mitte, SP, SVP, GLP, menyatakan ya untuk perjanjian perdagangan bebas dengan Indonesia.

Jumlah kelompok pendukung terus bertambah terutama dari asosiasi usaha UKM. Hal ini terkait dengan kenyataan bahwa perjanjian ini akan dapat dimanfaatkan oleh dunia usaha Swiss yang 90% adalah UKM untuk meningkatkan perdagangan dan investasi dengan Indonesia.

Duta Besar RI Bern, Muliaman D Hadad mengatakan, sesungguhnya dukungan untuk IE CEPA cukup besar dan diyakini memenangkan referendum. "Koordinasi KBRI Bern dengan Pemerintah Swiss dan kelompok pendukung IE CEPA terus berjalan terutama dalam memberikan data terkini mengenai perkembangan sustainability di Indonesia," ujar Muliaman.

Sebagian besar media Swiss mengungkapkan pentingnya pernjanjian ini karena manfaat yang didapatkan sangat besar, apalagi ini pernjanjian ekonomi pertama yang memiliki aspek sustainability. [ipe]


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA