Rekontruksi Kasus Suap Bansos Covid19

Uang Suap Ratusan Juta Dimasukkan Didalam Gitar

IN
Oleh inilahcom
Senin 01 Februari 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Modus pemberian uang suap untuk mengelabui sorotan penegak hukum kembali terbongkar. Dalam rekonstruksi yang digelar Komisi Pemberantasan Kourpsi (KPK), uang suap ratusan juta dimasukan ke dalam gitar.

Tersangka sekaligus pihak swasta Harry Sidabuke menyiapkan sebuah gitar berisi uang Rp150 juta sebagai pembayaran suap tahap delapan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan bantuan sosial (bansos) di Kementerian Sosial pada 2020. Uang itu disiapkan di Boscha Cafe pada Agustus 2020.

Hal ini diketahui saat rekonstruksi perkara adegan ke-13 yang digelar di Gedung C1 KPK. Harry saat itu bersama dengan pihak swasta Sanjaya.

Harry kemudian menemui tersangka sekaligus pejabat pembuat komitmen (PPK) Kementerian Sosial Matheus Joko Santoso di Karoke Raia pada Oktober 2020. Mereka berdua menghabiskan uang Rp50 juta untuk bersenang-senang di sana.

Lalu, Harry kembali bertemu dengan Matheus di lantai 5 Gedung Kementerian Sosial di bulan yang sama. Harry menyerahkan Rp200 juta ke Matheus sebagai pembayaran suap tahap kesepuluh di sana.

Mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan bansos sembako covid-19 di Jabodetabek pada 2020. Kasus ini menjerat empat tersangka lain, yakni dua pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemensos Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso, serta pihak swasta Ardian IM dan Harry Sidabuke.

KPK menduga kongkalikong para tersangka membuat Juliari menerima Rp17 miliar dari dua periode pengadaan bansos sembako. Kasus ini terungkap bermula dari penangkapan Matheus. KPK mengendus adanya pemberian uang dari para tersangka dan sejumlah pihak, salah satunya kepada Juliari.

Penyerahan uang dilakukan pada Sabtu dini hari, 5 Desember 2020. Fulus Rp14,5 miliar dari Ardian dan Harry itu disimpan dalam tujuh koper, tiga tas ransel, dan amplop kecil.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA