Saksi Akui Terdakwa Habis Minum Sebelum Pemukulan

IN
Oleh inilahcom
Senin 01 Februari 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Saksi Feng Qiu Ju yang merupakan kekasih Wenhai Guan (terdakwa) dihadirkan sebagai saksi meringankan. Melalui bantuan penterjemah, Feng Qiu menceritakan awal mula persitiwa pemukulan yang berujung ke meja hijau tersebut.

Saat itu, Feng Qiu dan terdakwa baru saja tiba dirumah Korban sehabis bepergian. Karena terdakwa dalam keadaan mabuk setelah minum, saksi berinisiatif untuk membuat air hangat.

"Saya pergi ke dapur untuk membuat air hangat," kata Feng Qiu saat bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (1/2/2021). Feng Qiu menjelaksan bahwa dia dan terdakwa berstatus ngontrak dikediaman korban.

"Saat sedang masak air, ada suara ribut-ribut dan anak saya teriak memanggil-manggil saya," terang Feng Qiu.

Majelis menanyakan suara ribut-ribut itu apakah berasal dari keributan antara Terdakwa dan Korban, Feng Qu menjawab "yang ribut Guan Wenhai (Terdakwa) dan Zhang Hong,".

Setelah menghampiri asal suara, Feng Qiu mengaku mendapati kekasihnya tersungkur dilantai karena dipukul Andy, korban dalam perkara ini.

Sementara itu saksi Dong Dan (anak dari Feng Qiu Ju) yang juga dihadirkan sebagai saksi meringankan menyebut dirinya melihat sendiri keributan terjadi antara Guan Wenhai (Terdakwa) dan Andy Cahyady (korban)

"Dipintu gerbang rumah. Saya melihat semua yang terjadi," ucap Dong Dan mengawali kesaksian.

Saat disinggung hakim apa benar Wenhai minum (alkohol), Dong Dan mengamini. "Minum Red Wine (anggur merah)," ucap Dong melalui penterjemah juga.

Majelis juga mengingatkan agar Dong Dan memberikan keterangan yang jujur di persidangan."Saya ingatkan ya, kalau saksi tidak jujur, ada sanksi pidananya ya?" ujar Majelis Hakim.

Dalam BAP Dong Dan, disebutkan bahwa terjadi perkelahian, bukan pemukulan sepihak yang dilakukan Andy.

Pemukulan baru berhenti setelah terdengar suara motor security perumahan datang.

Anggota majelis kemudian menanyakan setelah security datang, apakah ada bekas luka di wajah Andy maupun Wenhai."Ada (Wenhai), kalau Andy tidak ada," ucapnya.

Keterangan Dong Dan ini berbeda dengan kesaksian security yang dihadirkan disidang sebelumnya. Dimana dua security yang dihadirkan jelas melihat luka-luka di wajah Andy.

Dalam sidang sebelumnya juga, security datang setelah mendapat telepon dari Zhang Hong, kekasih Andy, korban dalam perkara ini.

Sementara itu Zhang Hong yang mengikuti persidangan membantah kesaksian pasangan ibu dan anak tersebut.

"Hakim tanya utang berapa dia jawab 3 Miliar itu bohong, ini kasus lain ada di Polres Jakarta Utara. Itu sudah kunci 1,3 miliar" kata Zhang hong.

"Saya minta buktiin 3 Miliar itu kalau tidak ada saya mau tuntut dia (Feng Qiu Ju) lagi," sambungnya tegas.

Zhang Hong memastikan urusan utang piutang dengan terdakwa sudah selesai dengan penyerahan 2 unit mobil. Bahkan terdakwa tidak membayar uang sewa rumah sebagaimana yang disepakati.

Saat dikonfirmasi terkait keterangan Feng Qiu Ju yang menyatakan bahwa mereka (Terdakwa Guan Wenhai, Feng Qiu Ju & Dong Dan) di larang masuk ke rumah oleh Zhang Hong dan Andy Cahyady, Zhang Hong menjawab "Banyak bohong itu. Mereka yang mau usir kami," tegasnya.

Jaksa Penuntut Umum Swartin Polembi usai sidang juga mengaku heran dengan kesaksian dua orang dalam sidang."Kesaksiannya bertolak belakang (dengan dakwaan). Tapi masalahnya sama soal utang piutang.

Sementara soal Zhang Hong yang justru melaporkan kejadian pemukulan ke pihak security, Swartin berpendapat wajar."Zhang Hong kan tuan rumah, sedangkan terdakwa hanya ngontrak," ungkapnya.

Dalam surat dakwaan, dikatakan, terdakwa Wenhai Guan, Jumat, 17 Agustus 2018, bertempat di Garden House Jalan Garden Marbie 5 No. 35 Pantai Indah Kapuk (PIK), Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, ketika ketemu dengan korban Andy Cahyady dihalangi mau masuk ke dalam rumah dan disuruh agar membayar hutangnya.

Selanjutnya, korban didorong oleh terdakwa hingga jatuh dari anak tangga dan korban bangkit untuk memasuki rumah, tetapi didorong dan dipukul kembali oleh terdakwa. Namun korban berhasil menghindar, kemudian datang Feng Qiu Ju dan Dong Dan untuk melerai.

Akan tetapi, lanjutnya, terdakwa memegang tangan kanan korban dengan tangan kiri, sedangkan tangan kanan memukul korban pada bagian dada, perut, dan terjatuh hingga ketika itu datang petugas security.

Akibat perbuatan terdakwa, korban menderita luka-luka sebagaimana visum et revertum dari RS Pluit Nomor 002/Visum/RSP/II/2020 tanggal 25 Februari ditandatangani oleh Dr. Agus Mulyadi dan disimpulkan, bahwa cedera tersebut tidak menyebabkan penyakit atau halangan dalam menjalankan pekerjaan jabatan/pencaharian. Perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 351 ayat (1) KUH Pidana.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA