ICW Soroti Korupsi Naik, Kasus Gowes Kemenpora?

IN
Oleh inilahcom
Selasa 02 Februari 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Transparency International (TI) merilis skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 2020 anjlok menjadi 40. Tahun sebelumnya masih 37. Pertanda korupsi meraja lela di kementerian dan lembaga negara.

Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW), Adnan Topan Husodo menyatakan, peringkat korupsi Indonesia pada 2020 turun menjadi 102, tahun sebelumnya 85 dari 180 negara. "Data TI ini menjelaskan bahwa politik hukum pemerintah semakin menjauh dari agenda penguatan pemberantasan korupsi," tutur Topan, Jakarta, Senin (1/2/2021).

Sepuluh tahun terakhir, kata dia, Indonesia selalu mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam upaya pemberantasan korupsi. Praktis hanya 2013 dan 2017 yang stagnan di skor 32 dan 37, sedangkan sisanya selalu mengalami kenaikan. "Untuk itu, merosotnya skor CPI 2020 Indonesia semestinya menjadi koreksi keras bagi kebijakan pemberantasan korupsi Pemerintah yang selama ini diambil justru memperlemah agenda pemberantasan korupsi," tegasnya.

Ya, Topan benar. Merosotnya CPI yang bermakna semakin maraknya praktik penggarongan duit negara hasil keringat rakyat pada 2020, tak bisa dibantah lagi. Jangan heran bila korupsi di kementerian atau lembaga negara terus terjadi, bahkan semakin kasat mata.

Termasuk pertanggung jawaban program Gowes Pesona Nusantara pada 2017 dan 2018 yang diselenggarakan Kementerian pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) era Imam Nahrawi.

Dalam program mulia ini, negara menganggarkan Rp50 miliar per tahun. Anehnya, ketika programnya sudah rampung masih menyisakan utang terhadap vendor alias perusahaan swasta, senilai Rp7 miliar. Selain itu, terkuak adanya setoran untuk menpora sebesar 6% dari nilai proyek yang setara dengan Rp1,5 miliar. "Saya kira seluruh kementerian dan lembaga harus berani melakukan terobosan, ciptakan sistem yang lebih transparan. Kalau mau serius perangi korupsi," papar Topan. [ipe]


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA