Penjualan Anjlok Berat, Industri Ban Megap-megap

IN
Oleh inilahcom
Rabu 03 Februari 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia, Aziz Pane mengatakan, pandemi Covid-19 menjadi cobaan berat bagi industri ban Indonesia.

Sebab, adanya PSBB dan PPKM berdampak pada berkurangnya mobilitas masyarakat dan pada akhirnya mengurangi penggunaan ban.

Dia juga menekankan bahwa pemutusan hubungan kerja (PHK) adalah pilihan terakhir yang diambil dalam situasi seperti ini. "PHK adalah pilihan terakhir. Sekarang ini industri ban memproduksi sesuai order saja, efisiensi seketat-ketatnya dalam produksi karena jangan sampai barangnya numpuk di gudang dalam situasi serba terbatas ini," ucap Azis, dikutip dari IDX Channel, Jakarta, Selasa (2/2/2021).

Oleh karena itu, pihaknya memproduksi ban sesuai order saja. Dia mencontohkan, jika per harinya memproduksi 100 ban sementara demandnya hanya 60, maka sebanyak 40 ban akan menjadi sia-sia.

"Kami berusaha mengurangi produktivitas dengan pemutaran karyawan. Di industri ban ada dua jenis karyawan, satu yang white collars atau kerja di kantor dan blue collars yang kerja di pabrik. Pabrik itu akan marah kalau white collars WFH, karena WFH keharusan, maka mereka mengatakan mereka juga mau," terangnya.

Maka dari itu, pengusaha ban pun melakukan perputaran karyawan dan pembagian jam kerja, tetapi untuk karyawan kontrak memang sudah putus. Dia menegaskan, situasi pembatasan yang serba tidak pasti ini masih akan terus menghantui industri ban. "Karena kalau situasi berjalan seperti ini terus, kami harus merumahkan, no other choice," pungkasnya. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA