AHY Dinilai Paranoid Bayang-bayang Kudeta Demokrat

IN
Oleh inilahcom
Kamis 04 Februari 2021
share
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia Petrus Selestinus, menilai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), selaku Ketua Umum Partai Demokrat (PD) terlalu paranoid dengan bayang-bayang kudeta kepemimpinan partai.


Pasalnya, dalam konferensi persnya tanggal 2 Februari 2021, AHY menyatakan telah mengirim surat kepada Presiden Jokowi, meminta klarifikasi dan konfirmasi tentang adanya dugaan keterlibatan pejabat di lingkaran Istana dalam gerakan pengambilalihan paksa kepemimpinan PD.

"Kita patut sesalkan sikap Ketua Umum PD AHY, karena tidak pada tempatnya mengirim surat kepada Presiden Jokowi meminta klarifikasi dan konfirmasi, tentang dugaan keterlibatan pejabat di lingkaran Istana dalam gerakan pengambilalihan kepemimpinan PD, karena Presiden dan pejabat lingkaran Istana bukan organ PD dan bukan organ Mahkamah Partai Politik di PD," kata Petrus, Kamis (4/2/2021).

Petrus menyampaikan, dalam UU No. 2 Tahun 2011 Tentang Parpol maupun AD-ART PD, bahwa Mahkamah Partai Politik merupakan organ Yudikatif Partai Politik yang menyelenggarakan kekuasaan Yudikatif Partai, dengan wewenang menyelesaikan perselisihan partai politik, menyangkut kepengurusan Partai Politik, yang putusannya bersifat final dan mengikat.


Secara hukum, AHY seharusnya menyerahkan persoalan beberapa kader dan fungsionaris Demokrat yang diduga melakukan gerakan merebut paksa Partai Demokrat, kepada Mahkamah Partai Demokrat selaku organ yudikatif partai dan selanjutnya Mahkamah Partai Politiklah yang melaksanakan tugas penyelidikan dan meminta klarifikasi kepada semua pihak,


"karena itu bukanlah tugas AHY, Ketua Umum Partai Demokrat," tandasnya.


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA