Ombudsman Temukan Limbah Medis B3 Hanya Disimpan

IN
Oleh inilahcom
Kamis 04 Februari 2021
share
 

INILAHCOM, Malang - Kesadaran pentingnya pengelolaan limbah medis di Indonesia masih belum merata.

"Kesadaran tentang pengelolaan limbah medis ini belum merata di Indonesia. Kalaupun pemerintah daerah sudah mengetahui, pengawasannya yang masih lemah, itulah yang terjadi," ujar Anggota Ombudsman Republik Indonesia (RI) Alvin Lie,
dalam konferensi pers virtual hasil tinjauan Ombudsman RI terkait pengelolaan limbah medis, Kamis (4/2/2021).

Ombudsman RI menemukan masih ada pemerintah daerah yang tidak memiliki peraturan daerah terkait pengelolaan limbah medis. Kemudian ada ketidaksepahaman unsur pemda terkait pengelolaan limbah medis.

Di beberapa provinsi, sesuai hasil tinjauan Ombudsman RI, terdapat tidak memiliki fasilitas pengangkut, sehingga limbah medis yang masuk kategori bahan berbahaya dan beracun (B3) berhenti sampai tahap penyimpanan.

Pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah juga terkadang masih kurang ketat, yang diatribusikan akibat keterbatasan anggaran, sumber daya manusia dan kewenangan.

Ombudsman menemukan bahwa pemerintah daerah juga tidak memiliki data faktual terkait timbulan limbah medis, jumlah yang telah dihasilkan, diangkut, dan yang sudah diolah.

Mereka juga menemukan bahwa beberapa pemerintah daerah tidak menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor SE.2/MENLHK/PSLB3/PLB.3/3/2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan COVID-19.

Alvin mengakui bahwa biaya pengelolaan limbah medis tidaklah kecil, maka diperlukan keseimbangan antara keamanan lingkungan, kemudahan dan biaya. Kendala biaya itulah yang menjadi salah satu isu dalam pengelolaan lingkungan, dengan keterbatasan dapat mendorong pengambil jalan pintas dengan membuang limbah yang masuk kategori infeksius itu.

"Tadi kami juga bahas dengan kementerian-kementerian terkait, kita perlu segera merespons kondisi ini agar tidak berkembang lebih banyak lagi pelanggaran-pelanggaran yang dapat membahayakan kita di masa depan," pungkasnya. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA