https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   05 February 2021 - 16:36 wib

Ekonomi 2020 Minus 2,07%, Sejarah Krismon Terulang

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Jakarta - Sepanjang 2020, perekonomian Indonesia tergerus hingga di bawah nol alias minus. Kondisinya tak tjauh beda saat krisis moneter 1998.

Hari ini (Jumat, 5/2/2021), Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2020 mengalami kontraksi hingga minus 2,07% dibandingkan 2019.

Kata Suharyanto, secara kuartalan, pertumbuhan ekonomi di triwulan IV-2020 tergerus hingga minus 0,42%. Kalau dibandingkan kuartal IV-2019, tergerus minus 2,19%. “Beberapa catatan penting yang terjadi pada kuartal terakhir 2020 yang bisa menggambarkan pertumbuhan ekonomi pada sepanjang tahun lalu adalah terkait dengan masih rendahnya inflasi,” ujar Suhariyanto.

Dikatakan, inflasi di kuartal IV-2020 mencapai 0,7%. Lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama 2019 sebesar 1,68%. Dan, indikasi lain adalah merosotnya jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia dengan catatan 462 ribu pada triwulan IV-2020, atau anjlok 88% secara tahunan. “Ini akibat pandemi yang membuat banyak negara masih memberlakukan larangan bepergian kepada warganya. Untuk itu, kami melihat bahwa potensi peningkatan pariwisata hanya bisa dicapai oleh turis domestik,” tuturnya.

Untuk diketahui, pertumbuhan ekonomi yang menurun tajam pada tahun ini dengan minus 2,07%, berbeda jauh dengan capaian 2019 yang berada di level 5,02%. Adapun, periode 2018 dan 2017 tercatat berturut-turut 5,17% dan 5,07%. [ipe]

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Tanggapi Survei BPS, Anies: Warga Jakarta Makin Matang Berdemokrasi

Provinsi DKI Jakarta didaulat menjadi provinsi paling demokratis berdasarkan rilis indeks demokra
berita-headline

Viral

BPS Catat Inflasi 0,03 Persen pada Agustus 2021

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,03 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IH