Tahun Ini, Subsidi LPG Naik Tipis Rp40,29 Triliun

IN
Oleh inilahcom
Selasa 09 Februari 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) mengklaim, target penyaluran LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi tahun ini sebanyak 7,5 juta metrik ton. Nominalnya tak beda jauh dengan tahun lalu.

Angka itu naik dari realisasi 2020 yang sebanyak 7,14 juta metrik ton. Nilai subsidi LPG 3 kg yang disiapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 untuk memenuhi target itu sebesar Rp40,29 triliun. Angkanya naik tipis dari realisasi subsidi LPG 3 kg pada 2020 yang sebesar Rp40,25 triliun.

Direktur Subholding Pertamina Trading dan KomersialisasiMas'ud Khamid menyatakan penyaluran LPG 3 kg bersubsidi rata-rata naik sekitar 4,5 persen sampai 5 persen setiap tahunnya. LPG itu diberikan kepada rumah tangga, UMKM, petani, dan nelayan. "Pada 2021 terjadi kenaikan 5 persen dari 7,14 juta metrik ton menjadi 7,5 juta metrik ton," ucap Mas'ud dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR, Jakarta, Selasa (9/2/2021).

Ia merinci pengguna LPG 3 kg bersubsidi itu terdiri dari 74,4 persen rumah tangga, 16,8 persen UMKM, petani kecil 8,1 persen, nelayan kecil 0,5 persen, dan peternak 0,2 persen.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati memproyeksi impor LPG tahun ini sebanyak 7,2 juta metrik ton. Nantinya, harga impor akan mengikuti pergerakan harga di Timur Tengah atau CP Aramco dan tren freight cost.

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan gelontoran dana subsidi LPG banyak tidak tepat sasaran karena justru dinikmati oleh masyarakat mampu. Pasalnya, berdasarkan data yang dimilikinya subsidi justru 65 persen diantaranya dinikmati masyarakat dengan tingkat kesejahteraan tinggi.

"Ketimpangan terjadi untuk subsidi LPG yang hanya dinikmati oleh 35 persen kelompok masyarakat miskin dan rentan, dan sisanya dinikmati kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi," ungkap Ma'ruf.[tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA