Hakim Cecar Keterangan Terdakwa

Terdakwa Ngaku Dipukul, Tapi Korban Punya Visum

IN
Oleh inilahcom
Rabu 10 Februari 2021
share
 

Hakim Cecar Keterangan Terdakwa, Ngaku Dipukul Tapi Korban Punya Visum


INILAHCOM, Jakarta - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara mencecar terdakwa dugaan penganiayaan yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) Wenhai Guan.

Dalam sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan terdakwa itu, hakim menanyakan keterangan Wenhai Guan yang mengaku dipukul, tapi justru Andy Cahyady yang mempunyai hasil visum.

"Kita pakai logika umum saja ya, orang kalau dipukul balas mukul, ada aksi ada reaksi. Inikan terdakwa dipukul, Korelasi nya kalau anda bertahan wallahualam kena siapa, tapi visumnya (korban) ada, bagaimana? Logis ga?," kata anggota majelis hakim kepada Wenhai Guan di PN Jakarta Utara, Rabu (10/2/2021).

Melalui penerjemah, Wenhai Guan tidak tahu menahu soal visum Andy Cahyady, korban dalam perkara ini."Pokoknya saya dipukul saya ga diem aja, saya bertahan," jawab Wenhai Guan lewat penerjemah.

Hakim juga menanyakan bahwa penasihat hukum terdakwa dalam perkara ini yang menyebut perkaranya adalah perkelahian, bukan pemukulan seperti kesaksian Wenhai Guan.

"Saya minjam bahasa penasihat hukum kan ini disebut perkelahaian. Kalau perkelahiankan saling mukul," tanya hakim anggota lagi kepada Wenhai Guan.

Wenhai Guan menyebut dirinya membela diri, namun tidak mengakui memukul korban."Saya hanya membela diri," jawab Wenhai Guan.

Dalam pemeriksaan terdakwa ini, Wenhai Guan juga mengakui dihadapan majelis hakim bahwa dirinya minum alkohol sebelum peristiwa pemukulan terjadi. Sama persis dengan keterangan saksi-saksi sebelumnya yang dihadirkan sebagai saksi meringankan.

Jaksa Penuntut Umum Swartin usai persidangan mengatakan tetap yakin dengan dakwaan yang sudah disusun. Dan akan menjadikan keterangan saksi-saksi untuk menyusun surat tuntutan.

"Saya akan tetap perjuangan saya punya dakwaan," ungkap Jaksa Swartin.

Soal berapa tuntutan yang akan dijatuhkan kepada Wenhai, Swartin meminta untuk bersabar."Kasih saya waktu untuk mempertimbangkan (tuntutan)," jawabnya.

Sementara itu Andy Cahyady melalui penasihat hukumnya menyebut fakta sidang menunjukkan pengakuan terdakwa tidaklah sesuai dengan kejadian yang sesungguhnya.

"Yang memanggil satpamkan Zhang Hong (kekasih Andy). Logikanya ketika Pak Andy yang mukul, (kenapa) bu Zhang Hong yang manggil satpam. Terdakwa juga tadi bilang tidak tahu kan siapa yang panggil satpam," ujar Muchsin saat ditemui usai sidang.

"Terdakwakan diberi hak untuk berbohong, makanya dia tidak disumpah. Kita berharap pak Andy Cahyady mendapat keadilan dan majelis hakim menjatuhkan hukuman yang seadil-adilnya," tutup Muchsin.

Dalam surat dakwaan, dikatakan, terdakwa Wenhai Guan, Jumat, 17 Agustus 2018, bertempat di Garden House Jalan Garden Marbie 5 No. 35 Pantai Indah Kapuk (PIK), Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, ketika ketemu dengan korban Andy Cahyady dihalangi mau masuk ke dalam rumah dan disuruh agar membayar hutangnya.

Selanjutnya, korban didorong oleh terdakwa hingga jatuh dari anak tangga dan korban bangkit untuk memasuki rumah, tetapi didorong dan dipukul kembali oleh terdakwa. Namun korban berhasil menghindar, kemudian datang Feng Qiu Ju dan Dong Dan untuk melerai.

Akan tetapi, lanjutnya, terdakwa memegang tangan kanan korban dengan tangan kiri, sedangkan tangan kanan memukul korban pada bagian dada, perut, dan terjatuh hingga ketika itu datang petugas security.

Akibat perbuatan terdakwa, korban menderita luka-luka sebagaimana visum et revertum dari RS Pluit Nomor 002/Visum/RSP/II/2020 tanggal 25 Februari ditandatangani oleh Dr. Agus Mulyadi dan disimpulkan, bahwa cedera tersebut tidak menyebabkan penyakit atau halangan dalam menjalankan pekerjaan jabatan/pencaharian. Perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 351 ayat (1) KUH Pidana.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA