Pencairan Dana KSP Indosurya Diganggu Provokasi

IN
Oleh inilahcom
Jumat 19 Februari 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya meyakini pengembalian dana bakal berjalan lancar, sesuai janji pengurus koperasi.

Para anggota juga meyakini, pengurus KSP Indosurya berkomitmen dalam menjalankan perjanjian perdamaian dalam homologasi yang ditetapkan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Namun, mereka merasa terganggu dengan pihak yang mencoba mengganggu perjanjian perdamaian (homologasi) dengan cara-cara demonstrasi dan penggiringan opini negatif. Ditengarai ada upaya menafikan putusan pengadilan, serta mengganggu kelancaran proses pengembalian dana anggota.

Menurut Novia yang sudah beberapa tahun menjadi anggota, menyebut jika KSP Indosurya sudah menjalankan komitmennya untuk mengembalikan dana. Sejauh ini, kata dia, proses pengembalian dana juga telah berjalan lancar. "Saya (simpanan) kebetulan di atas Rp500 juta, nanti tukar bilyet baru pencarian. Teman saya yang di bawah Rp500 juta sudah mulai cair," kata Novia kepada wartawan, Jumat (19/2/2021).

Novia melanjutkan, sejauh ini, pengurus KSP Indosurya juga sangat membantu kelancaran pencarian dana. KSP Indosurya, sebut Novia, selalu memberikan informasi dan berkomunikasi dengan baik. "Kalau sudah cair ya buat keperluan sehari-hari," katanya.

Mengenai pihak yang mencoba menggangu proses perdamaian, Novia merasa terganggu. Menurutnya, demo-demo tersebut bisa menghambat kinerja karyawan KSP Indosurya dalam memproses pengembalian dana nasabah. "Hentikanlah provokasi begitu-begitu sangat menggangu. Saya harap proses pembayar berjalan lancar jangan ada gangguan. Selama ini proses lancar, mungkin yang demo enggak sabar," kata dia.

Senada Novia, anggota KSP Indosurya lainnya, Linda mengakui kalau pihak koperasi sudah berkomitmen dalam pengembalian dana. Linda telah menerima cicilan pengembalian dana sejak September tahun lalu. "Mereka koperatif dalam hal pencairan dana. Uang buat kebutuhan sehari-hari," katanya.

Linda menyayangkan adanya pihak yang mencoba mengganggu pengembalian dana. Kata dia, demo tersebut menggangu kerja para pengurus KSP Indosurya. "Sangat jelas hal-hal tersebut sangat mengganggu kinerja para pengurus yang mau bekerja maksimal untuk melayani anggota, yang di mana memang jumlah para pengurusnya sudah sangat terbatas," tuturnya.

Dia pun meminta pihak yang mencoba mengganggu untuk belajar menghargai dan mematuhi hasil pengadilan, yang telah membuat keputusan bijaksana. "Provokasi-provokasi tersebut juga sangat mengganggu jalannya proses kelancaran penyelesaian cicilan. Saya harap tak ada lagi oknum menncoba mengambil keutungan secara sepihak dengan provokasi lainnya. Saya juga berharap KSP bisa kembali mendapat kepercayaan semua," ucapnya.

Anggota KSP Lainnya, Stevani mengatakan proses pengembalian dana sudah ketok palu di pengadilan. Mayoritas anggota KSP setuju dengan perdamaian dan ada niat baik dari koperasi untuk mengembalikan dana. Dia meyakini, pengurus KSP tetap menjalankan perjanjian dengan baik. "Kita juga ada grup, pantau terus kelanjutannya sampai di mana, terus saya juga dapat kabar kan yang di luar daerah juga sudah pada dapat. Jadi saya yakin kita bisa uang kita kembali," katanya.

Di kesempatan lain, Kuasa Hukum KSP Indosurya Hendra Widjaya mengatakan jika masalah kasasi yang diajukan pihak anggota yang berkeberatan terhadap homologasi, telah ditolak oleh Mahkamah Agung. Hendra mengungkapkan, dirinya telah menerima surat putusan itu pada 27 Januari 2021 lalu. Surat dari Pengadilan Niaga di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah menyampaikan pemberitahuan dan penyampaian dan salinan putusan Mahkamah Agung RI No. 1348A/pdt.sus-pailit/2020 jo. No. 66/pdt.sus-pkpu/2020/Pn.niaga.jkt.pst. "MA telah menolak permohoan kasasi karena sejumlah pertimbangan," katanya.

Keputusan pengadilan itu, kata Hendra, KSP Indosurya tetap berkomitmen menjalankan kewajibannya. Sesuai putusan homologasi. Selain itu, salah satu pertimbangan dalam perkara tersebut yakni berdasarkan putusan pengesahan perdamaian Pengadilan Niaga pada PN Jakarta Pusat. Dalam perkara ini tak bertentangan dengan hukum atau undang-undang.[tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA