LQ Indonesia Menunggu Janji Kapolri

IN
Oleh inilahcom
Senin 22 Februari 2021
share
Aksi teatrikal sejumlah pocong mewakili ribuan korban kejahatan investasi bodong Koperasi Indosurya digelar LQ Indonesia Lawfirm, Senin (15/2/2021)

INILAHCOM, Jakarta - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo diminta segera memerintahkan penahanan terhadap pelaku kejahatan yang sudah ditetapkan sebagai Tersangka oleh Dittipideksus berdasarkan surat penetapan Tersangka Nomor: R/28.A/IV/RES2.2/2020/DITTIPIDEKSUS.

Ini disampaikan, Advokat Priyono Adi Nugroho, kuasa hukum dari LQ Indonesia Lawfirm selaku pelapor pidana dugaan penipuan, penggelapan, tindak pidana perbankan dan pencucian uang terhadap tersangka Henry Surya.

"Saya tegaskan bahwa syarat penahanan berdasarkan pasal 21 KUH Acara Pidana sudah terpenuhi yaitu syarat objektif. Ancaman pidana yang disangkakan kepada Henry Surya adalah 20 tahun. Sedangkan, syarat objektif KUHAP ancaman di atas 5 tahun dapat dilakukan penahanan. Syarat subyektif resiko melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatan juga rawan terjadi," ujar Adi Nugroho, dalam keterangannya Senin (22/2/2021).

Jangan sampai, kata dia, Polri dalam hal ini jajaran Dittipideksus, tebang pilih dalam menindaklanjuti laporan.

"Ada apakah sehingga Henry Surya yang sudah ditetapkan menjadi Tersangka, dengan dugaan pasal 46 UU Perbankan: pengumpulan dana masyarakat secara ilegal sehingga merugikan ribuan korban dengan jumlah Rp14 triliun tidak ditahan?," tandasnya.


Kapolri selaku pimpinan Polri, kata dia, wajib bertindak tegas dalam memberantas kejahatan yang memberikan dampak negatif terhadap masyarakat.

"Ingat sudah ada korban Indosurya yang meninggal, sakit dan mati secara finansial. Saya ingatkan bahwa Kapolri adalah pemimpin masyarakat dan bukan pelindung para mafia kejahatan finansial. Kapolri adalah simbol kebanggaan masyarakat dan seorang pemimpin aparat penegak hukum, harus tajam terhadap pelaku kejahatan apalagi sudah menjadi Tersangka," ucap Adi.

Dengan tidak ditahannya Henry Surya dapat mencoreng Citra Polri yang selama ini dipercaya masyarakat.

Sementara itu, LQ Indonesia Lawfirm memberikan tanggapan kepada Koperasi Indosurya terhadap pers release Sonia Agustina dan beberapa orang yang mengaku korban Indosurya bahwa ada aksi menggangu proses homologasi adalah "pepesan kosong".

"Suruh Sonia baca pers release LQ. LQ tidak pernah mencampuri urusan PKPU dan homologasi Indosurya, hadir dalam rapat PKPU pun tidak, namun LQ Indonesia Lawfirm sebagai kuasa hukum para korban Indosurya berfokus kepada penegakan kasus secara pidana terhadap Koperasi Indosurya yang dilakukan oleh Tersangka Henry Surya," tuturnya.


Sementara itu, Advokat Alvin Lim menduga ada oknum sengaja mau mengiring opini seakan aksi pocong LQ Indonesia Lawfirm beberapa waktu lalu ingin menghalangi Koperasi Indosurya dalam membayar nasabah PKPU.

"Saya tegaskan silahkan Koperasi Indosurya Bayar nasabah PKPU, tapi kami dari LQ Indonesia Lawfirm tetap ingin agar proses pidana dijalankan dan Tersangka Henry Surya ditahan," kata Alvin.

Kepada Para korban Indosurya lainnya yang belum mendapatkan keadilan, jangan takut hubungi Hotline LQ Indonesia Lawfirm untuk konsultasi Gratis 0817-489-0999.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA