Jumat Keramat, Rupiah Dibikin Kelenger Obligasi AS

IN
Oleh inilahcom
Jumat 26 Februari 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat melemah dipengaruhi kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS).

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat pagi (26/2/2021), bergerak melemah tujuh poin menjadi Rp14.025 per dolar AS dibandingkan sebelumnya di posisi Rp14.018 per dolar AS.

"Rupiah mungkin melemah terhadap dolar AS hari ini karena terus naiknya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS terutama tenor jangka panjang," ujar Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra.

Ia mengemukakan, untuk tenor 10 tahun, yield (imbal hasil) menembus level 1,56 persen sehingga cenderung mendorong pelaku pasar untuk mengalihkan dananya ke AS. "Naiknya yield obligasi pemerintah AS ini membuat dolar AS lebih menarik dibanding mata uang negara berkembang," katanya.

Ariston menambahkan, kenaikan yield obligasi AS untuk tenor jangka panjang itu didukung oleh outlook pemulihan ekonomi dan kenaikan inflasi di AS.

Ia memproyeksikan, pergerakan rupiah terhadap dolar AS pada akhir pekan ini (26/2) akan bergerak di kisaran Rp14.050-Rp14130 per dolar AS. Kendati demikian, Ariston menyampaikan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah dapat tertahan lebih dalam seiring dengan kemajuan program vaksinasi global. "Sentimen itu bisa membantu penguatan sentimen di aset berisiko," katanya. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA