Banyak Kebutuhan, Samsul Nekat Berbuat Terlarang

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 27 Februari 2021
share
 

INILAHCOM, Surabaya - Berdalih tak kerja dan ingin membelikan susu anaknya, seorang ayah nekat menjadi kurir narkoba. Tak sedikit narkoba yang dikirimnya, 28 gram sabu dan 1 poket plastik klip berisi 179 butir pil warna hijau yang diduga Extacy dengan berat keseluruhan 23,10 gram.

Kanit 2 Satres Narkoba, Polrestabes Surabaya Iptu Danang saat menjalani gelar perkara, Jumat (26/2/2021) menjelaskan, pelaku usai dipecat. Karena tidak bekerja dan susu anaknya tidak terhenti, ia pun mengikuti tawaran menjadi kurir sabu.


"Pelaku inj mengaku tidak kerja dan kebutuhan banyak. Maka dia nekat jadi kurir sabu jaringan lapas," jelasnya.

Seperti yang diJelaskan petugas, pelaku bernama Samsul Arief (25) alias SA ini adalah warga Jalan Dupak Jaya Surabaya. Bapak satu anak ini dibekuk di Jalan Petemon, Kecamatan Sawahan Surabaya.

Kepada petugas, SA mengakui jika ia berkomunikasi dengan jaringan narkoba di lapas. Bahkan ia mengambil barang sampai di Mojokerto supaya tak terendus Satnarkoba Polrestabes Surabaya.

"Saya ditawari oleh Z teman saya kerjaan karena butuh ya mau saja. Kenal dengan Z sejak kecil, teman Kampung dan main sejak kecil," aku pelaku SA.

Kurir ini sendiri dibekuk polisi, berdasarkan Informasi dari masyarakat akan terjadi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di daerah Jalan Arjuno Surabaya.

Atas info itu, kemudian anggota Unit II Satresnarkoba Polrestabes Surabaya melakukan penyelidikan, profilling dan pembuntutan (Surevilence) hingga didapatkan identitas tersangka ini.

Setelah pelaku diamankan, serta melakukan penggeledahan badan dan didalam rumah ditemukan barang bukti 1 poket putih yang diduga sabu dengan berat 28 gram beserta plastiknya.

Tidak hanya itu, ditemukan juga 1 poket plastik klip berisi 179 butir pil warna hijau yang diduga Extacy dengan berat keseluruhan 23,10 gram.

"Kemudian dilakukan upaya paksa terhadap tersangka SA pada Jumat, 19 Februari 2021 sekira pukul 07.30 WIB di dalam rumah kos Petemon Surabaya," kata Iptu Danang.

"Saat dilakukkan diinterogasi, tersangka SA mengaku mendapatkan perintah dari Z (bandar) yang diduga berada di salah satu lapas di Jawa Timur," tambah Danang.

Peran pelaku ini untuk mengambil serta mengirimkan Narkotika jenis sabu dan Extacy dengan cara di Ranjau di sekitaran wilayah Sawahan Surabaya sesuai dengan perintah yang diberikan oleh Z.

Sementara, untuk upah dari Z, setiap kali mengambil dan mengantarkan sabu dapat upah sebesar Rp. 2.000.000, per 100 gramnya, sedangkan untuk Extacy dia mendapatkan upah Rp. 10.000, per butirnya.

"Tersangka ini sudah 4 kali berkerja sama dengan Z, menerima dan mengambil barang ranjauan," tutup Iptu Danang. [beritajatim]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA