Said Didu : Klean Masih Waras?

IN
Oleh inilahcom
Kamis 04 Maret 2021
share
Muhammad Said Didu

INILAHCOM, Jakarta - Muhammad Said Didu menanggapi soal keputusan Presiden Joko Widodo menerbitkan dan kemudian mencabut Perpres investasi miras.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN itu, merasa heran dengan para pendukung Jokowi yang mendukung penerbitan namun juga tepuk tangan saat mencabut perpres tersebut.

"Saat dia terbitkan klean tepuk tangan. Saat dia batalkan klean juga tepuk tangan. Klean masih waras?" tulis Said Didu dalam akun media sosialnya, dikutip Kamis (4/3/21).


Diketahui, dalam pemberitaan di media masa Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia mengatakan pencabutan lampiran III dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 tahun 2021 tentang investasi industri minuman keras atau miras, menunjukkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi sosok pemimpin yang demokratis.

"Ini bukti dan pertanda bahwa Presiden sangat demokratis, sangat mendengar masukan-masukan yang konstruktif untuk kebaikan bangsa," kata Bahlil Lahadalia konferensi pers virtual Selasa, 2 Maret 2021.

Dia mengatakan Jokowi bisa menjadi teladan dalam konteks pengambilan keputusan, melalui kemampuannya dalam mempertimbangkan berbagai masukan konstruktif dari berbagai pihak termasuk dari kelompok agama dan organisasi kepemudaan.

"Pemikiran dari para ulama, tokoh gereja, tokoh agama lain, itu adalah pemikiran yang sangat konstruktif dan substantif dalam rangka melihat mana kepentingan negara yang harus diselamatkan secara mayoritas," ujarnya.

Di sisi lain, Bahlil juga meminta pengertian dari pihak dunia usaha, yang mungkin kecewa dengan pencabutan lampiran investasi industri minuman keras dari Perpres No. 10/2021 tersebut. Menurutnya, keputusan yang diambil pemerintah bertujuan untuk mengutamakan kepentingan negara yang lebih besar.

"Kita harus melihat mana kepentingan negara yang lebih besar. Apalagi kita semua umat beragama," tuturnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA