Hingga Kini 19 Kali Gempa Terjadi di Jatim

IN
Oleh inilahcom
Jumat 05 Maret 2021
share
 

INILAHCOM, Malang - Kondisi kegempaan di Jawa Timur periode 26 Februari 2021-4 Maret 2021, sudah terjadi 19 kali gempabumi.

Hasil analisa gempabumi dari Stasiun Geofisika Malang itu menyebutkan, gempabumi dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 km tercatat sebanyak 18 kali kejadian.

Sementara 1 kejadian yang lain merupakan gempabumi menengah dengan kedalaman 60 km atau lebih kecil dari 300km. Kedalaman terdalam yang tercatat yaitu 93 km. Sedangkan kedalaman terdangkal yaitu 6 km.

"Kekuatan gempabumi (magnitudo) terbesar yang tercatat pada periode ini yaitu 4.1 SR dan magnitudo terkecil yang tercatat yaitu 2.1 SR," kata Kepala Stasiun Geofisika Malang, Mamuri, Jumat (5/3/2021).

Mamuri menjelaskan, pada periode ini tidak terekam kejadian gempabumi dirasakan. Dari peta distribusi epicenter gempa bumi periode 26 Februari 2021 04 Maret 2021, terlihat 18 epicenter gempabumi tersebar di laut di selatan pulau Jawa dan 1 epicenter gempabumi terjadi di darat didaerah Yogyakarta.

"Gempabumi yang terjadi di laut yang tersebar di selatan Pulau Jawa terjadi sebagai akibat dari aktifitas subduksi pertemuan lempeng tektonik Indo Australia dan Eurasia. Sedangkan gempabumi dangkal yang terjadi di darat sebagai akibat dari pergerakan patahan lokal di daerah tersebut," tegas Mamuri.

Ia melanjutkan, grafik frekuensi gempabumi harian, terlihat bahwa kejadian gempabumi terbanyak terekam pada tanggal 28 Februari 2021 dengan jumlah kejadian gempabumi yaitu 7 kejadian gempabumi.

"Kesimpulan kami pada periode 26 Februari 2021 04 Maret 2021 di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya terjadi 19 kali kejadian gempa bumi dan tidak ada kejadian gempa bumi dirasakan. Magnitudo terbesar pada periode ini adalah 4.1 SR dan magnitudo terkecil yaitu 2.1 SR," ujarnya.

Mamuri menyambung, pada periode ini gempabumi dangkal terjadi 18 kali dan gempabumi menengah terjadi 1 kali. Kejadian gempabumi terbanyak terekam pada tanggal 28 Februari 2021.

"Kejadian gempa bumi disebabkan oleh aktifitas pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dengan lempeng Eurasia serta aktifitas patahan lokal," tandasnya. [beritajatim]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA