Wagub DKI Ungkap Dua Alasan Hambat Normalisasi

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 06 Maret 2021
share
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria,

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, menyampaikan ada dua hambatan utama proses pembebasan lahan untuk menormalisasi sungai guna mencegah banjir.

"Satu, masalahnya banyak yang bersengketa, masih di pengadilan.
Kedua masalah anggaranny. Kami kan punya keterbatasan," kata Riza di Jakarta.

Dia menyampaikan, Pemprov DKI sudah menganggarkan sampai 2024 sekitar Rp5 triliun untuk pembebasan lahan bagi pekerjaan normalisasi di aliran Sungai Ciliwung.

Apabila dibandingkan daerah lain, lanjut dia, anggaran tersebut jauh lebih besar. Ia pun mencontohkan pembebasan lahan dan waduk di Ciawi dan Sukabumi, Jawa Barat, yang menelan sekitar Rp1,3 triliun, namun sudah mendapatkan waduk berkapasitas besar.

"Angka sebesar itu buat pembebasan lahan di Jakarta tidak cukup. Kami anggarkan sampai 2024 tidak kurang Rp5 triliun untuk pembebasan lahan saja. Untuk normalisasi, belum yang lain-lain. Itu pun baru Ciliwung, belum sungai lain," katanya.

Sementara itu, anggaran yang dibutuhkan guna membuat konstruksi di aliran sungai atau "sheet pile" jauh lebih murah yang diperkirakan mencapai sekitar Rp370 miliar.

Pembebasan lahan di aliran Sungai Ciliwung ditargetkan rampung
pada 2022. Ini memerlukan dukungan dari DPRD DKI dan Pemerintah Pusat.

Namun, ia belum merinci daerah mana yang akan dilakukan pembebasan lahan untuk mengatasi banjir karena memerlukan beberapa tahapan. Adapun beberapa aliran sungai yang menjadi perhatian misalnya Kali

"Semua tentu ada tahapannya, menjadi perhatian, tapi ada prioritasnya," pungkasnya. [wll]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA