Kinerja BTN Cukup Oke, Nasib Nixon Ditentukan Rabu

IN
Oleh inilahcom
Senin 08 Maret 2021
share
Plt Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu

INILAHCOM, Jakarta - Kalau tak ada aral, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada Rabu (10/3/2021). Salah satu agendanya menentukan pengurus baru.

Saat ini, bank pelat merah yang concern di bisnis pembiayaan perumahan ini, belum memiliki direktur utama yang definitif. Sedangkan, Nixon LP Napitupulu menjabat plt Dirut BTN yang ditinggalkan Pahala N Mansury karena dipercaya menjabat Wakil Menteri BUMN pada 23 Desember 2020.

Pakar keuangan dan perbankan, A Deni Daruri menilai, teamwork BTN yang dipimpin Nixon, sudah apik. Mampu menjawab beratnya tantangan keuangan karena pandemi-19. "Laba bersih BTN pada 2020 melompat hingga lebih dari enam kali lipat. Jelas ini prestasi yang tidak bisa dipungkiri," paparnya, Senin (5/3/2021).

Ya, Deni benar. Laba bersih PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) melesat 665,71% secara tahunan (year on year/yoy) pada 2020. Di tengah tekanan pandemi, Bank BTN sukses meraih laba bersih Rp 1,60 triliun. Laba tersebut melambung tinggi dari posisi Rp209 miliar di periode yang sama pada 2019.

Dalam laporan keuangan emiten bersandi saham BBTN tersebut, laba bersih perseroan ditopang pendapatan bunga Rp25,16 triliun pada kuartal IV/2020. Pendapatan bunga tersebut disumbang oleh penyaluran kredit yang tetap bertumbuh meski berada di bawah tekanan pandemi.

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi dengan pertumbuhan 8,63% (yoy), menjadi Rp120,72 triliun per kuartal IV/2020 merupakan penopang utama pertumbuhan kredit di BTN. Dengan catatan positif KPR Subsidi tersebut, membuat kredit perumahan BTN secara total naik sebesar 2,29% (yoy), menjadi Rp 234,78 triliun per kuartal IV/2020.

Di segmen kredit non perumahan, BBTN tercatat telah menyalurkan kredit senilai Rp25,32 triliun. Kinerja penyaluran tersebut ditopang oleh kredit korporasi dan kredit konsumer yang naik masing-masing sebesar 77,81% dan 4,55% menjadi Rp11,94 triliun dan Rp5,11 triliun per 31 Desember 2020.

Dengan total penyaluran tersebut, kredit Bank BTN tercatat mencapai Rp260,11 triliun atau naik 1,68% yoy pada kuartal IV/2020 dari Rp255,82 triliun di kuartal IV/2019. Kualitas kredit bank yang menginjak usia 71 tahun pada 9 Februari lalu ini juga mencatatkan tren membaik.

Per 31 Desember 2020, Non Performing Loan (NPL) net Bank BTN tercatat sebesar 2,06% atau turun 90 bps dari 2,96% di periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu rasio coverage Bank BTN juga meningkat mencapai lebih dari 2 kali lipat sebagai antisipasi penurunan kualitas kredit akibat pandemi Covid-19. Pada kuartal IV/2020, rasio coverage Bank BTN tercatat sebesar 115,02% atau melonjak dari 50,01% pada kuartal IV/2019.

Dari torehan nan menhgilap itu, lanjut Deni, pemerintah selaku pemilik modal terbesar, punya wewenang penuh dalam menentukan pengurus BTN. "Yang jelas, dari sisi kinerja sudah sangat oke. Namun, apabila pemilik modal ingin mengganti dengan yang lebih baik, itu sah-sah saja. Atau mempertahankan yang sudah ada, itu juga wewenangnya," pungkas Deni. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA