Bisnis Modern Trade Independent Alami Peningkatan

IN
Oleh inilahcom
Senin 08 Maret 2021
share
 

Pembatasan aktivitas masyarakat selama pandemi COVID-19 berdampak pada penurunan aktivitas bisnis dan perekonomian di hampir semua lini usaha. Salah satu sektor usaha yang terdampak adalah bisnis eceran khususnya brand dan bisnis ritel.

Namun, mengutip hasil riset perusahaan teknologi otomatisasi data ritel eyos (dahulu Emporio Analytics Indonesia) yang mengukur data real-time dari 2.000-an toko Modern Trade Independent (MTI), ternyata tidak semua brand dan peritel mengalami penurunan omzet usaha di saat pandemi.

"Berdasarkan data kami, beberapa brand dan peritel Modern Trade Independent masih bisa mempertahankan penjualannya dengan stabil, bahkan ada yang bisa growth up. Asal jeli dan konsisten dalam strategi marketing, situasi pasar saat ini yang suram, sebenarnya masih bisa di-create menjadi peluang yang positif" ujar Country Manager Eyos, Soon Lee, dalam keterangan tertulis.

Riset yang dilaksanakan Eyos selama September-Oktober 2020 terhadap 2.000 toko ritel MTI di seluruh Indonesia, menemukan bahwa kategori seperti mi instan, susu, minyak goreng masih menunjukkan tren stabil cenderung positif dibanding sebelum pandemi. Untuk kategori yang berhubungan dengan sanitasi dan imun mengalami peningkatan yang cukup masif. Sedangkan untuk bisnis toko ritel MTI tidak menunjukkan penurunan.

"Tetap ada toko ritel yang mencatat angka pertumbuhan omzet," kata Soon.

Sementara saat aktivitas ekonomi dibatasi akibat pandemi Covid-19, bisnis minimarket dan supermarket mandiri skala lokal tumbuh pesat dan menjamur di berbagai kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Mereka bersaing dengan minimarket branded jaringan nasional yang sudah dikenal dan mempunyai pelanggan loyal seperti Indomart, Alfamart, dan Alfamidi.

"Berdasarkan data yang terdokumentasi, ada beberapa brand yang stabil dan tumbuh. Umumnya mereka yang sigap dalam membaca data penjualan setiap hari, kemudian mengantisipasi dengan program marketing yang cepat dan tepat," ujar Soon Lee.

Eyos melakukan riset dengan cara pengumpulan data konsumen secara real time saat pembayaran di meja kasir. Riset dilakukan pada 2.000-an minimarket dan supermarket lokal di berbagai daerah di Indonesia.

Sebelumnya, Wakil Ketua Aprindo Fernando Repi mengungkapkan bahwa bisnis ritel meleset jauh dari yang diharapkan karena pandemi. Namun, kata dia, berbeda dengan ritel modern, minimarket baik skala nasional maupun lokal, justru lebih tahan terhadap krisis karena mereka lebih adaptif.

"Selain lokasinya yang dekat dengan masyarakat, minimarket dan supermarket lokal biasanya lebih cepat adaptif, bisa menyesuaikan dengan keadaan," ujarnya.

Pertumbuhan angka penjualan beberapa brand saat pembatasan aktivitas ekonomi diamini Global Marketing Director PT Mayora Indah Tbk, Ricky Afrianto.

"Bagi kami, memang tidak dapat disangkal kalau pandemi Covid-19 saat ini berpengaruh pada angka penjualan. Namun, ada beberapa brand Mayora yang justru mencatatkan pertumbuhan pesat dan produk baru kami bisa diterima toko-toko MTI," paparnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA