DPR Apresiasi Indonesia jadi Pusat Produksi Vaksin

IN
Oleh inilahcom
Senin 08 Maret 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin memberikan apresiasi atas sikap Pemerintah Cina yang mendorong Indonesia sebagai pusat produksi vaksin Covid-19 di kawasan Asia Tenggara.

"Keseriusannya membantu Indonesia sebagai pusat produksi vaksin merupakan langkah maju. Terlebih negara negara-negara ASEAN sangat membutuhkan suplai vaksin dalam jangka panjang," terang Azis Syamsuddin dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/3/2021). Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menyebut, ruang kerja sama dalam mitra dialog yang selama ini dibangun harus pula diimpelentasi dalam bentuk nyata. Tidak sekadar wacana, setelah kondisi ekonomi bangsa digerus pandemi setahun terakhir.

"Implementasikan segera langkah ini. Bangun ruang kerja sama. Kita berharap Indonesia dapat kembali naik peringkat menjadi negara dengan pendapatan menengah ke atas atau upper middle income country pascapandemi COVID-19," terang Azis.

Landasan membangun konsep bersama tentang solidaritas, saling membantu, merupakan tujuan utama. Perlakuan setara untuk mencapai tujuan dan visi bersama menghadapi masa depan yang lebih cerah harus dikedepankan.

"Sekali lagi, kami di DPR menyambut langkah baik ini. Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, harus segera mengambil langkah cepat, agar jalan strategis ini segera terwujud," jelasnya.

Di sisi lain, Azis melihat adanya semangat baru dari Pemerintah Cina dalam upaya kerja sama dengan negara-negara ASEAN. Ini dibuktikan dengan gagasan, ide yang dilontarkan Pemerintah Cina.

Langkah ini juga tergambar dari kehadira Presiden Xi Jinping untuk pertama kalinya menghadiri Cina-ASEAN Expo dilanjutkan oleh Perdana Menteri Li Keqiang menghadiri pertemuan para pemimpin Cina-ASEAN.

"Kami memandang Cina sudah menunjukan sikapnya. Mementingkan kerja sama China-ASEAN dan mendukung posisi sentral ASEAN. Oleh sebab itu, baik rasanya jika kerja sama Indonesia dengan Cina terus ditingkatkan khususnya dalam membangun dan mengembangkan vaksin di tanah air," tutup Azis.[tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA