3 Terlapor Kasus "Unlawful Killing" KM50 Diperiksa

IN
Oleh inilahcom
Kamis 11 Maret 2021
share
Rekonstruksi Kasus Penembakan Enam Anggota FPI - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Tiga anggota Polda Metro Jaya, terlapor kasus unlawful killing, diperiksa secara internal.

"Pemeriksaan internal saja, ada Ditpropam, Itwasun, Divisi Hukum, dan penyidik Bareskrim," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Humas Polri Brigjen Polisi Rusdi Hartono menyebutkan pemeriksaan di Jakarta, Kamis (10/3/2021)

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menaikkan status unlawful killing penembakan enam Laskar FPI di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek dari penyelidikan ke penyidikan.

Peningkatan status penyidikan setelah gelar perkara (ekspose) yang dilakukan secara internal oleh penyidik Bareskrim Polri, Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum), dan Propam pada hari Rabu (10/3).

Hingga kini tiga anggota Polri dari Polda Metro Jaya masih berstatus terlapor. Dalam perkara ini ketiganya dikenai Pasal 338 juncto Pasal 351 tentang pembunuhan dan penganiayaan.

Saat ini status ketiga terlapor sudah dibebastugaskan untuk memudahkan penyidikan.

"Sementara untuk mempermudah proses penyidikan, tentunya dibebastugaskan," kata Rusdi.

Usai menaikkan status ke penyidikan, Polri akan berkirim surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) kepada kejaksaan.

Menurut Rusdi, SPDP sedang dalam proses untuk segera dikirimkan ke kejaksaan, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap ketiga terlapor oleh penyidik Bareskrim Polri.

Dalam penyidikan ini, Polri juga akan menelusuri asal usul senjata api yang digunakan saat baku tembak terjadi sesuai dengan rekomendasikan Komnas HAM.

"Tetap diproses, seluruh rekomenasi Komnas HAM akan dipelajari dan ditindaklanjuti," kata Rusdi.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA