Intensifkan Penyuluh, Mentan Ingin Pertanian Maju

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 20 Maret 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Melalui Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP), Kementerian Pertanian melakukan peningkatan SDM Pertanian melalui sejumlah pelatihan.

Hal ini dilakukan di Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui pelatihan Refresher Training dan New Staff Training pada 18-22 Maret 2021 di Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan (Bapeltanbun) Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian harus terus ditingkatkan. "Kita masih terus mendorong pertanian yang maju, mandiri dan modern. Modern itu berarti di dalamnya kita bicara SDM. Bagaimana mau cepat kalau masih pakai kendaraan kemarin. Bagaimana mau maju kalau ilmunya, teknologinya, mekanisasinya masih seperti yang kemarin," kata Mentan SYL.

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menjelaskan, sebagai wujud implementasi arahan Menteri Pertanian maka pihaknya tengah merumuskan tiga program aksi pada tahun ini. "Tiga program aksi itu adalah penguatan Kostratani (Komando Strategis Pembangunan Pertanian), membangun 2,5 juta petani milenial dan mendukung program Kementerian Pertanian lainnya terutama Food Estate," kata Dedi Nursyamsi.

Ditegaskan Dedi, fokus penyuluhan pertanian adalah memperkuat Kostratani tingkat kecamatan, yang merupakan unsur utama dalam mendorong produktivitas pertanian. Peningkatan produktivitas harus dilakukan dengan SDM yang andal di bidangnya. "Agen yang paling besar dalam peningkatan produktivitas adalah sumber daya manusianya. Berbicara peningkatan produktivitas berarti peningkatan SDM-nya," ucapnya.

Pelatihan dibuka oleh Plh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan dan dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kepala Bapeltanbun Provinsi NTB bersama Kepala tata usaha dan kepala seksi pelatihan serta kepala seksi penyuluhan, WidiyaIswara, penyuluh pertanian.

Peserta pelatihan Refresher Training berjumlah 20 orang dan Peserta New Staff Training berjumlah 24 orang dari Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Timur, Dompu dan Bima.

Kepala Bapeltanbun NTB, Hendro Yulistiono, berharap dari pelatihan ini peran penyuluhan bisa lebih intensif. Khususnya oleh Penyuluh Lapangan dan Staf Lapangan meliputi fasilasi sosial bagi petani. "Serta bisa terselenggara Sekolah Lapang dan diseminasi teknologi baru serta terwujudnya secara optimallima peran BPP Kostratani," tuturnya.

Yulia TS selaku PIC kegiatan IPDMIP untuk NTB dan NTT, menambahkan, dalam pelatihan penyegaran ini mengajarkan Management pendampingan IPDMIP. "Juga dasar dasar penyuluhan, penumbuhan dan pengembangan KelembagaanEkonomi Petani, optimalisasi Pemanfaatan lahan irigasi, Produksi Benih mandiri, Literasi Keuangan, Peningkatan Nilai Tambah dan Pemetaan Rantai Nilai komoditas pertanian pada daerah irigasi dan sebagainya," katanya. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA