https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   22 March 2021 - 20:55 wib

Ini Perintah Eks Mensos Juliari ke Anak Buah

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Jakarta - Eko Budi Santoso, mantan ajudan Juliari P Batubara, menuturkan peristiwa kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap pejabat Kementerian Sosial yakni Matheus Joko Santoso.

Eko yang merupakan anggota TNI AD  mengatakan saat itu ia sedang bersama dengan Juliari di Malang, Jawa Timur.

"Ada kejadian apa tanggal 4 Desember 2020?" tanya jaksa kepada Eko saat bersaksi untuk terdakwa Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (22/3/2021).

"Kejadiannya itu pada hari Jumat (4 Desember 2020) karena saya tidak Jumatan, awalnya kami mau berangkat ke Tanah Bumbu pagi tetapi sekitar 21.30 WIB dari protokol mengatakan besok ada rapat intern di Istana Bogor yang melibatkan pak menteri sekitar pukul 09.00 atau 10.00 WIB, jadi dari Bogor kami langsung ke Halim," tutur Eko di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Eko menuturkan perjalanan menggunakan pesawat pribadi yang disewa khusus untuk rombongan Juliari. Setelah dari Tanah Bumbu, rombongan lantas menuju Malang.

Ia menuturkan tujuan Juliari ke Malang untuk memberikan bantuan ke pondok pesantren dan pengarahan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial.

Pejabat yang hadir yakni Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Dirjen Linjamsos), Pepen Nazaruddin; Plt. Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kementerian Sosial sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pengadaan bansos, Adi Wahyono; Kepala Biro Perencanaan, Adhy Karyono; dan tenaga ahli Juliari, Kukuh Ari Wibowo.

"Esok harinya (5 Desember 2020) saya baca di running text bahwa ada anggota Kemensos OTT. Saya sampaikan ke Bapak tetapi Bapak belum angkat HP. Saya kirim WhatsApp ke beliau, setelah itu beliau memanggil saya untuk mengumpulkan tim silakan merapat ke ruangan rapat, sampai di ruang rapat saya keluar," ujar Eko.

Jaksa lantas menanyakan respons Juliari atas berita OTT oleh tim KPK. "Beliau belum respons. Ada dipanggil (pejabat Kemensos) tapi saya enggak ikut. Hanya tunggu di luar," jawab Eko.

Selain itu, jaksa lantas menanyakan perihal jalur darat yang digunakan Juliari untuk balik ke Jakarta. Hal itu berbeda ketika berangkat menggunakan pesawat pribadi yang disewa.

"Baliknya pakai mobil nih, ya? Apa alasan berangkat pakai pesawat dan ada OTT nyewa dua mobil dan dipecah arahnya?" tanya jaksa.

"Itu saya ikuti arahan saja, pak menteri katakan, 'semuanya sudah, kita enggak usah naik pesawat, kita (lewat) darat saja, sambil lihat perkembangan berita'," tutur Eko menirukan perintah Juliari.

Tak berselang lama usai pengumuman tersangka oleh KPK, Juliari diketahui menyerahkan diri pada waktu dini hari. Eko berujar dirinya sempat mendampingi Juliari dalam proses tersebut.

Dalam kasus dugaan korupsi bansos penanganan Covid-19 wilayah Jabodetabek tahun 2020, Juliari diduga menerima Rp17 miliar dari dua paket pelaksanaan bansos berupa sembako.

Sementara Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja didakwa telah menyuap Juliari dengan total Rp3,2 miliar guna memuluskan penunjukan perusahaan penyedia bansos di Kementerian Sosial.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

KPK Bidik Pihak Lain Yang Kecipratan Uang Hasil Rekayasa Pajak PT Jhonlin Hingga Panin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal mengejar pihak-pihak yang diduga turut kecipr
berita-headline

Viral

Risma Segera Tingkatkan Kualitas Prasarana Suku Dayak Meratus

Menteri Sosial Tri Rismaharini, menyaksikan langsung beberapa
berita-headline

Viral

Eks Penyidik KPK Robin Disebut Punya Safe House

Bekas penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju disebut sempat mencari lokasi safe house atau rumah ama
berita-headline

Viral

Tok, 12 Tahun Penjara untuk Eks Mensos Juliari

Majelis Hakim Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menjatuhkan hukuman 12 tahun
berita-headline

Viral

Terbukti Suap Penyidik KPK, Walikota Tanjung Balai M Syahrial Divonis 2 Tahun Penjara

Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan vonis 2 tahun penjara kepada Walikota nonaktif Tanjung Balai,