Pandemi Covid, Diagnos Lab Cetak Laba Rp 52 M

IN
Oleh inilahcom
Selasa 23 Maret 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) berhasil mencetak pertumbuhan laba bersih sebesar 468% pada tahun 2020.

Beriringan dengan pandemi covid-19 DGNS berhasil meluncurkan produk Biomolecular yang mana berhasil membantu pemerintah dalam melakukan pemeriksaan serta skrining penyakit Covid-19 dalam bentuk pemeriksaan Polymerase Chain Reactions (PCR).

"DGNS berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp. 52 Milyar pada tahun 2020 atau tumbuh 468% dari tahun sebelumya yang sebesar Rp. 9,2 Milyar per tahun, dari sisi pendapatan DGNS berhasil membukukan Rp. 183 Milyar atau pertumbuhan 256,8% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp. 51,3 Milyar," ujar Direktur Utama PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk, Mesha RIzal Sini dalam keterangan persnya, Selasa (23/3/2021).

Peluncuran produk biomolecular sebagai jawaban perseroan terhadap merambaknya pandemi covid-19 di Indonesia, dimana varian produk biomolecular tersebut bervariasi mulai dari pemeriksaan Polymerase Chain Reactions (PCR) & TCM (Test Cepat Molecular), Rapid Antibody (Eclia/ICT), Rapid Antigen yang merupakan rangkain pemeriksaan yang berguna untuk mendeteksi terserangnya seseorang terhadap penyakit Covid-19.

"Dari April 2020 sampai dengan 31 Desember 2020, DGNS telah berahasil melaksanakan sebanyak 148.577 pemeriksaan PCR, dimana perseroan berharap dapat dengan aktif membantu pemerintah dalam aksi menumpas pandemic covid-19 yang menghantui rakyat Indonesia," ungkapnya.

Selain itu, selama tahun 2020, perseroan berhasil membangun dua cabang baru yaitu cabang Denpasar dan Cabang Padang, yang beralamat di Jl. Diponogor No. 147, dauh Puri Kelod, dan Jl. Proklamasi No.39 RT.8 RW.2 , Alang Laweh. Dimana masing-masing cabang telah berhasil menyumbang masing-masing 6,6% (Enam Koma Enam Persen) dan 0,5% (Nol Koma lima Persen) terhadap total pendapatan tahunan perseroan.

"Beriringan dengan pembangunan cabang, perseroan juga membangun beberapa outlet yang berlokasi di beberapa kota-kota strategis di Indonesia, yaitu: Diagnos RS Graha Bakti Medika, Diagnos RS Edelweiss, Diagnos Klinik SOS Renon Denpasar, Diagnos Klinik Primecare Panglima Polim, Diagnos BIP Clinic Batam," terangnya.

Pada Mei 2020, perseroan dalam harapan terus mengedepankan layanan Kesehatan yang bermutu dan memaksimalkan kepuasan pelanggan, telah meluncurkan layanan homecare, dimana layanan homecare ini merupakan bentuk nyata perseroan dalam memberikan layanan Kesehatan langsung ke rumah calon dan pasien perseroan.

Didukung dengan tenaga ahli dan professional, layanan homecare telah menyumbang pendapatan sampai dengan 5,7 % (Lima Koma Tujuh Persen) dari total pendapatan perseroan.

"Dengan semangat terus memberikan layanan Kesehatan yang berkuliatas kepada pelanggan, perseroan telah menekan perjanjian pemeriksaan rujukan pada perusahaan-perusahaan layanan Kesehatan kelas dunia yaitu; Mayoclinic yang berlokasi di America, Prenetics yang berlokasi di Hongkong, dan Rumah Sakit Pantai yang berlokasi di Malaysia," beber Mesha.

Dimana masing-masing rumah sakit kelas dunia tersebut berhasil melengkapi layanan-layanan Kesehatan yang dimiliki perseroan untuk kebutuhan pelayanan pemeriksaan penyakit-penyakit kronis yang perawatannya tidak lumrah dilakukan di Indonesia.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA