Jelang Puasa, Masyarakat Berharap BST Diperpanjang

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 27 Maret 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Masyarakat penerima bantuan sosial tunai (BST), atau keluarga penerima manfaat (KPM) berharap program BST diperpanjang. Rencananya, BST disalurkan hingga April 2021.

Terdapat dua alasan utama yang diungkapkan sejumlah KPM. Pertama, mereka memikirkan biaya kebutuhan selama bulan puasa, hingga Idulfitri. Kedua, kondisi perekonomian KPM yang belum pulih akibat pandemi covid-19. Masih banyak yang belum mendapatkan pendapatan tetap.

KPM asal Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Sri Yanti, misalnya. Dia mengungkapkan, kondisi ekonominya saat ini belum sepenuhnya mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. "Saya berharap pemerintah juga bisa mengerti keadaan kami. Biar sedikitinya masih bisa kasih bantuan BST agar bisa bertahan sampe puasa atau Lebaran," ujar Yanti, beberapa waktu lalu.

Yanti yang sempat bekerja sebagai tukang cuci di sebuah apartemen, semenjak pandemi COVID-19, harus kehilangan pekerjaan. Hingga kini, dirinya belum bekerja. Dengan adanya program BST, dirinya merasa sangat terbantu.

Selain untuk memenuhi kebutuhan saat puasa Ramadan, Yanti masih bisa menyisihkan dari uang BST sebesar Rp300 ribu untuk membeli paket internet. Untuk anaknya bisa tetap menjalani proses belajar dari sekolah. Saat ini, sebagian besar sekolah masih menerapkan sistem pendidikan jarak jauh (PJJ). "Jadi mohon diperhatikan. Walaupun gimana, karena sudah mau puasa dan Lebaran, anak juga masih perlu belajar secara daring. Jadi saya mohon diperhatikan bantuannya masih berlanjut," kata Yanti.

Kebutuhan BST untuk bertahan hidup juga diungkapkan KPM lainnya, Artini. Dia merasa bersyukur bisa mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) ini. Meskipun untuk menutup kebutuhan hidup sehari-hari masih kurang. "Dana sebesar Rp300 ribu, sebetulnya kurang. Beli beras saja, sudah sekian. Beli mie instan dan jajan anak sekolah. Sudah habis seminggu. Tiga minggu ke depan sudah pusing lagi," kata Artini.

Untuk menutupi kekurangan itu, ibu tiga anak itu bekerja serabutan. Apapun dilakukan agar bisa mengisi perut. Terlebih, kebutuhan persiapan untuk menyambut hari raya juga akan semakin meningkat. "Kalau bisa diperpanjang, ditambah bulannya sampe Idulfitri. Buat bantu puasa. Mudah-mudahan pemerintah tahu dan bisa membantu," katanya.

Hal senada juga disampaikan KPM lainnya, Dian Rusdiani. Dia memandang BST sebaiknya tetap disalurkan hingga akhir 2021. Masukannya bukan tanpa alasan, mengingat situasi pandemi covid-19 yang tampaknya masih belum menujukkan penurunan. "Kalau bisa ditambah, apalagi puasa semakin banyak pengeluaran. Kalau bisa juga ditambah nominal bantuannya. Kalau ditambahin ya syukur," ungkap Dian.

Juru Bayar Kantor Pos, sekaligus Koordinator Penyaluran BST Wilayah Kecamatan Kemayoran, Evo Hastudi memaklumi berbagai harapan yang diungkapkan oleh para KPM. Sebab, BST sangat menolong memenuhi kebutuhan hidup para KPM. "BST itu sangat membantu bagi KPM yang membutuhkan. Apalagi kalau bisa ditambah bulan dan nominalnya. Itu sangat mencukupi," ujar Evo.

Sebagai informasi, BST dari Kemensos disalurkan oleh PT Pos Indonesia (Persero). Ketika bekerja sebagai juru bayar, Evo melayani sekitar 200-an KPM perhari. Total alokasi penyaluran BST di Kec. Kemayoran sebanyak 33.891 KPM. Khusus wilayah Jakarta Pusat, BST disalurkan langsung ke masing-masing rumah KPM.

Dalam menjalankan tugas, Evo tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes). Dia dilengkapi dengan masker dan membawa hand sanitizer. Terlebih, ketika dia harus menyambangi rumah KPM yang sudah menjalani isolasi mandiri.

"Kalau ada warga yang terkena (positif COVID-19). Bisa disusulkan. Bisa juga dengan metode video call, lalu petugas juru bayar menunggu di depan rumah KPM, sambil menunjukkan surat undangan. Lalu di-scan dan dikasih di depan pagar rumah. Jadi tidak perlu khawatir," ucap Evo.[tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA