Irigasi Berkelanjutan

IPDMIP Tingkatkan Kehidupan Masyarakat Desa

IN
Oleh inilahcom
Jumat 02 April 2021
share
Sekretaris BPPSDMP Kementan, Siti Munifah (kanan) mendampingi Mentan Syahrul Yasin Limpo pada kunjungan kerja di daerah - (Foto: BPPSDMP)

INILAHCOM, Bandung - Peningkatan kehidupan masyarakat pedesaan dan ketahanan pangan melalui pengembangan pertanian beririgasi berkelanjutan, adalah tujuan dari proyek Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) yang diadakan di 74 kabupaten dari 16 provinsi bersama dengan Kementerian Pertanian.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengharapkan IPDMIP dilaksanakan secara maksimal, dan dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi kepentingan masyarakat pedesaan, khususnya bagi petani dalam mendukung pencapaian ketahanan pangan nasional.

"Dengan IPDMIP, kita akan menggenjot produktivitas pertanian, khususnya di daerah irigasi. Diharapkan pendapatan petani naik sehingga kesejahteraan petani juga meningkat," kata Mentan Syahrul dalam arahannya yang dikemukakan Sekretaris BPPSDMP Siti Munifah pada Pertemuan Rekonsiliasi Laporan Keuangan IPDMIP Triwulan I 2021 di Bandung, Jabar, Selasa (30/3/2021).

Menurut Siti Munifah, hal itu sejalan dengan arahan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi yang berharap alokasi anggaran Proyek IPDMIP 2021 untuk pusat dan daerah sebesar Rp285 miliar terserap optimal, minimal 95%.

"Khusus untuk kinerja 2020, apresiasi bagi pengelola IPDMIP di pusat dan daerah. Realisasi 2020 menyumbang sekitar 53% dari total realisasi IPDMIP. Tentu ini perlu diapresiasi dan menumbuhkan optimisme, kalau kita bekerja cerdas, all out secara cermat, cepat dan akurat, kita bisa memenuhi komitmen kita," kata Dedi Nursyamsi.

Siti Munifah menambahkan, IPDMIP bertujuan meningkatkan ketahanan pangan dan penghidupan masyarakat di pedesaan. Hal tersebut bisa dicapai dengan peningkatan pertanian beririgasi berkelanjutan.

Kementerian Pertanian khususnya Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) juga mendorong public private partnership di bidang penyuluhan pertanian.

"BPPSDMP mendukung pengembangan penyuluh swadaya dan pos penyuluhan daerah irigasi. Dukungan, berupa pelatihan bagi ketua kelompok tani dan perkuat kemampuan petani melakukan penyuluhan pada petani lain, sebagai penyuluh swadaya," katanya.

Sementara itu, Welli Nugraha, penyelenggara kegiatan mengatakan tujuan pertemuan mewujudkan 'laporan keuangan yang transparan dan akuntabel' dan penatausahaan laporan barang milik negara yang baik dan benar, sehingga laporan sistem akuntansi pemerintah (SAP) yang balance dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penyelenggara pertemuan menghadirkan narasumber dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Rekonsiliasi ini dibagi menjadi dua kelas, kelas on granting untuk keuangan atau reimbursement, dan kelas perencanaan/AWPB. Hadir 12 lembaga provinsi selaku Provincial Project Implementation Unit (PPIU), 74 lembaga District Project Implementation Unit (PPIU) dan 16 on granting officer. [yha]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA