Kata Gerindra Soal Terpilihnya Walikota Samarinda

IN
Oleh inilahcom
Minggu 04 April 2021
share
 

INILAHCOM, Samarinda - Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani menyebutkan proses demokrasi terpilihnya Walikota Samarinda Andi Harun di Pilkada Samarinda 2020 bisa menjadi panutan proses demokrasi partai Gerindra yang dipercaya oleh masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ahmad Muzani saat mengadakan pertemuan dengan DPD dan DPC Partai Gerindra se-Kalimantan Timur pada Sabtu (3/4/2021).

"Salah satu janji Partai Gerindra pada 6 Februari 2008, ketika partai ini dilahirkan salah satu gagasannya, bagaimana negara proklamasi 17 Agustus 1945 yang dianugerahi alam begitu kaya alam dan seterusnya," ujar Ahmad Muzani.

Ia menyebutkan namun pada realitanya masih banyak ditemukan paradoks dengan kehidupan rakyat dan bangsanya, ada kemiskinan dimana-mana, ada kesenjangan dimana-mana, ada problem dimana-mana.

"Kita sebagai anak bangsa merasa terpanggil untuk ikut bersama-sama menyelesaikan problem ini. Maka lanjutlah Gerindra sebagai gerakan partai politik, untuk membantu dan berjanji kepada masyarakat bahwa partai ini bisa dijadikan sebagai alat perjuangan untuk mempercepat mencapai tujuan proklamasi," ungkap Ahmad Muzani.

Sebagai gerakan partai politik maka cara-cara dalam berjuang untuk mencapai tujuannya Partai Gerindra menggunakan cara-cara politik.

"Meraih kekuasaan di tingkat pusat berarti kita harus meraih kepercayaan di tingkat nasional. Meraih kepercayaan di tingkat provinsi mama kita harus meraih kekuasaan di tingkat provinsi dan kabupaten," jelas Ahmad Muzani.

"Yang sedang kita lakukan pada 9 Desember 2020 kemarin saat Pilkada adalah meraih sebanyak-banyaknya kepercayaan rakyat untuk mempercayai calon Pilkada kita baik di tingkat Gubernur maupun kabupaten kota. Di Provinsi Kalimantan Timur hasil Pilkada ada dua Kepala daerah dari Gerindra yang dinyatakan menang oleh KPU yakni Boni di Mahakam Ulu dan Andi Harun di Samarinda," kata Ahmad Muzani.

Menurutnya hal tersebut adalah sebuah hasil demokrasi dimana rakyat memilihnya sebagai calon pemimpinnya. Proses demokrasi ini adalah sebuah cara yang diikuti dan setujui dalam negara demokrasi untuk mendekatkan antara rakyat dengan pemimpinnya.

"Problem Samarinda tadi saya dapat penjelasan dari Wakil Walikota yakni Sampah, Kemacetan, dan Banjir. Problem tiga ini yang sudah amat mendesak. Ketika Andi Harun menjadi Walikota yang diusung Partai Gerindra, tugas dia adalah bagaimana menyelesaikan problem ini. Dan ketika problem ini pelan-pelan sudah mulai terurai meski belum tuntas itu adalah bagian dari janji yang kita berikan kepada rakyat untuk diselesaikan. Ini adalah cara partai menyelesaikan," ungkap Ahmad Muzani.

Ia menyebutkan untuk mencetak pemimpin-pemimpin di tingkat kabupaten ada Bupati, di tingkat kota ada Walikota, di tingkat provinsi ada Gubernur, di tingkat nasional ada Presiden.

"Pemimpin-pemimpin yang kita cetak ini adalah yang bertanggung jawab untuk memenuhi janji Partai kepada masyarakat. Tugas parlemen adalah mendukung dari kegiatan Walikota, Bupati dan Gubernur dalam melakukan perubahan percepatan bagi pembangunan warga nya," ungkap Ahmad Muzani.

Ini adalah sebuah hasil proses demokrasi yang baik, hasil dari kepercayaan masyarakat yang benar dan itulah hasilnya pemimpin yang benar. Problem demokrasi adalah orientasi jangka pendek yang mencoba membelokkan tujuan mulia menjadi tujuan pendek.

"Maka kepercayaan rakyat sering dilakukan dengan cara-cara yang tidak genuine, tidak dengan cara-cara yang suci tapi dilakukan dengan cara-cara yang instan. Inilah yang menyebabkan kemudian rakyat tidak percaya dengan proses demokrasi. Karena ada cara-cara instan dalam meraih kepercayaan rakyat," lanjut Ahmad Muzani.


Andi Harun adalah walikota yang sejak awal beliau punya ambisi untuk membangun Kalimantan Timur untuk membangun ibukota provinsi menjadi kota metropolitan yang jauh lebih baik dari sekarang.


"Sebagai partai kami mendukung itu, kami mendorong beliau menjadi walikota yang baik, berhasil di tingkat Samarinda sehingga rakyat bisa mengetahui bahwa kota yang diusung Gerindra adalah walikota yang berpihak kepada masyarakat. Inilah proses demokrasi yang harus kita percayai sebagai sebuah proses untuk memilih pemimpin, memilih apa yang mereka kehendaki, dan untuk mendengar apa yang rakyat inginkan," kata Ahmad Muzani.

Ketika Samarinda problem nya adalah sampah, macet, dan banjir dengan sungguh-sungguh walikota dan wakil walikota selalu mengusahakan apapun yang menjadi masalah.

"Tugas kami di tingkat provinsi, kota, dan tugas saya di pengasuh adalah mensupport atas apa yang menjadi agenda beliau untuk mencari solusi atas problem Samarinda. Kita akan menghadapi proses lima tahunan yang biasa disebut 2024 masih ada waktu tiga tahun, tiga tahun ini bisa berjalan begitu lama dan begitu pendek. Demokrasi menjadi bagian sesuatu paling penting untuk kita dalam siklus lima tahun. Tadi sudah disinggung, kita akan menghadapi proses ini," tandas Ahmad Muzani.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA