KPK Dalami Aliran Suap Di Kasus Pajak

IN
Oleh inilahcom
Rabu 07 April 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Karyoto masih merahasiakan modus suap pajak di Direktorat Jenderal Pajak terkait dengan peran penyelenggara negara dan konsultan pajak.

Penyidik KPK sudah beberapa kali melakukan penggeledahan disejumlah lokasi diluar Direktorat Jenderal Pajak. Namun belum diketahui kaitannya dalam kasus ini.

"Sepemahaman kami karena sudah geledah sana-sini baru satu alur. Ya (penggeledahan terkait penyelenggara negara dan konsultan pajaknya)," kata Karyoto kepada wartawan dalam jumpa pers di Markas KPK, Selasa (6/4/2021).

Karyoto mengatakan bahwa KPK tidak seperti di kepolisian ataupun kejaksaan yang memiliki ketersediaan sumber daya manusia. Atas dasar itu, ia meminta agar publik bersabar terkait pengungkapan para tersangka maupun konstruksi perkara di dalam kasus ini. "Setahu saya penyidik di KPK ini sudah sangat keras bekerjanya," imbuh dia.

Dalam pengusutan kasus dugaan suap pajak, tim penyidik KPK sudah menggeledah sejumlah lokasi. Beberapa di antaranya ialah PT Jhonlin Baratama, PT Bank PAN Indonesia (Panin) dan PT Gunung Madu Plantations.

PT Jhonlin Baratama merupakan anak usaha Jhonlin Group milik Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam. Penyidik menemukan dan mengamankan barang bukti berupa dokumen diduga terkait dengan perkara dalam penggeledahan tersebut.

Sementara itu, mantan Direktur Ekstensifikasi dan Penilaian Ditjen Pajak, Angin Prayitno Aji, bersama lima orang lainnya telah dicegah bepergian ke luar negeri untuk waktu 6 bulan. Adapun lima orang itu berinisial DR, RAR, AIM, VL dan AS. Upaya paksa tersebut dilakukan demi kepentingan penyidikan lembaga antirasuah.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA