Keluarga Korban Apresiasi Advokat Natalia Rusli

IN
Oleh inilahcom
Rabu 07 April 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Pihak keluarga korban kasus pembunuhanpasangan suami istri (Pasutri) WNA Jerman (Kurt Emil Nonenmacher (85)dan istrinya, Naomi S (53) di Perumahan Giri Loka 2 BSD Tangerang Selatan, mengucapkan terimakasih sekaligus apresiasinya kepada advokat sekaligus pendiri Master Trust Lawfirm Natalia Rusli,SH, MH(c), CLA.

"Berkat dukungan Ibu Natalia Rusli, seluruh kegiatan prosesi pemakaman keluarga kami berjalan lancar dan tanpa halangan. Kami mengucapkan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ibu Natalia Rusli yang telah membantu kami tanpa keluar uang seperak pun dalam proses inu," ujar Hendrik BSB, keponakan Naomi, istriWNA Jerman Kurt Emil Nonenmacher kepada awak media, Selasa (6/4/2021).

Bersama David, bapaknya dan Daniel adiknya, penyerahan sejumlah dokumen aset disampaikan Hendrik dilakukan di Kantor Polsek Serpong dan disaksikan penyidik yang menangani kasus tersebut. Dokumen aset yang diserahkan berupa rumah, tanah, apartemen, kios toko dan mobil dari pihak keluarga kepada Natalia Rusli selaku kuasa hukum korban, dilakukan untuk menjamin kepastian hukum atas proses yang sedang berjalan.

Hendrik mengaku merasa terbantu dan melihat langsung bagaimana cara kerja advokat Natalia Rusli yang dinilai sangat cepat dan transparan dalam mengurus seluruh proses mulai dari pemakanan hingga masalah yang lainnya. "Sangat cepat dan baik kerjanya. Ibu Natalia itu kerjanya transparan. Kita dibantu banget sama dia," kata Hendrik.

"Tanpa ada dia kita gak ngerti kasus-kasus begini, karena tidak semua orang mengalami kasus seperti ini. Saya mengucapkan terimakasih kepada Ibu Natalia Rusli. Saya dan keluarga merasa terbantu dengan kehadiran Ibu Natalia Rusli. Apalagi dia orangnya fair dan terbuka. Membantu banget orangnya," sambung Hendrik dan mengaku bersyukur bisa bertemu Natalia Rusli.

Adapun dari pihak kepolisian, penyerahan aset dilakukan berupa kunci mobil yang langsung diserahkan oleh penyidik kepada keluarga korban. "Dari penyidik hanya penyerahkan kunci mobil kepada pihak keluarga, itu aja mas," ujar Kanit Reskrim Polsek Serpong, Ipti Lutfi saat dihubungi awak media.

Natalia Rusli mengatakan penyerahan dokumen aset sudah sesuai dengan kondisinya dan menjamin seluruh proses itu berjalan sampaimenunggu putusan pengadilan. "Nanti semua (keluarga) akan dibagi secara adil sesuai porsi masing-masing," jelas Natalia Rusli.

Untuk proses yang telah dikerjakan, Natalia Rusliyang dikenal cekatan mengurus kepentingan kliennya tersebutmengucapkan terimakasih kepada pihak pihak Polres Tangsel daj Polsek Serpong. "Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Pak Kapolres dan Pak Kasat Reskrim, juga Pak Kapolsek dan Pak Kanit Lutfi yang dengan cepat berhasil mengungkap kasusnya dan membantu seluruh rangkaian proses ini," ujar Natalia Rusli.

Advokat Merry Alita, mewakili masyarakat Indonesia mengaku bangga dan sangat terharu dengan perhatian advokat Natalia Rusli dalam menjalankan pekerjaannya di mana telah mendampingi seluruh proses dengan cepat dan hasilnya baik. "Semoga hati dan pikiran mulia advokat Natalia Rusli menjadi contoh nyata bagi para advokat lainnya dalam membantu kliennya," ujar Merry.

Merry mengaku salut dengan talenta dan kepribadian baik Natalia Rusli karena menjalankan profesinya dengan sepenuh hati dan tidak semata-mata uang. "Kalau pengacara lain begitu dapat klien bayar uang fee lawyer di muka, tetapi ibu Natalia Rusli mendedikasikan diriya dalam proses kerja ini ada nilai-nilai kemanusiaannya," ujar Merry dan berharap kariernya makin cemerlang.

Senada dengan Merry, Ayoe Arizona dari Kantor Hukum Arizona dan Rekan mengapresiasi kerja cepat Natalia Rusli. "Apa yang dilakukan Natalia Rusli adalah contoh bagi para advokat lain, supaya juga mengedepankan sisi kemanusiaan dalam jalankan profesinya," ucap Ayoe.

Menurutnya, advokat punya yang mulia dan saling membantu orang lain. "Sosok ibu Natalia bukan hanya advokat yang profesional tetapi advokat yang mempunyai hati dan ketulusan dalam menjalankan profesinya. Orang yang terbiasa membantu orang lain, Insya Allah bisa memperoleh kehormatan sejati dan membawa berkah bagi orang banyak," ucap Ayoe.

Seperti diketahui kasus pembunuhan pasangan suami istri (Pasutri) WNA Jerman (Kurt Emil Nonenmacher (85)dan istrinya, Naomi S (53) di Perumahan Giri Loka 2 BSD Tangerang Selatan, sempat menyita perhatian aparat kepolisian dan masyarakat.

Juga dilakukan kegiatan bersih-bersih rumah dari sisa ceceran darah korban yang mengering di lantai. Pihak keluarga korban juga melakukan penyerahan sejumlahdokumen kepada kuasa hukum,Natalia Rusli,SH, MH(c), CLA dariMaster Trust Lawfirm untuk kepentingan hukum korban.

"Iya betul. Hari ini TKP pembunuhan pasangan WNA di BSD Serpong dilakukan giat bersih-bersih," ucap Natalia Rusli kepada awak media, Selasa (23/3/2021).

Natalia mengemukakan pembersihan kediaman korban dilakukan oleh pihak keluarga disaksikan ketua RT setempat dan penyidik Polres Tangerang Selatan. "Giat bersih-bersih sekalian penyerahan dokumen penting kepada kuasa hukum guna kepentingan hukum korban," imbuhnya.

"Pihak keluarga memercayakan untuk diselesaikan kepada kami selaku kuasanya. Anak dan pihak keluarga korban telah kami informasikan bahwa kami akan melakukan proses hukum perdata melalui pengadilan untuk menetapkan ahli waris serta warisan yang ditinggalkan guna ahli waris mendapatkan hak-haknya dengan seadil-adilnya," sambung Natalia.

Selanjutnya, pengacara wanita yang dikenal kritis ini menyampaikan akan terus mengawal kasus pembunuhuhan WNAJerman (Kurt Emil Nonenmacher (85)dan istrinya, Naomi S (53) hinggapihak keluarga mendapatkan keadilan.

"Kami terus mengawal kasus pembunuhan keji ini agar pihak keluarga mendapatkan keadilan dan pelaku segera mendapatkan ganjarannya sesuai perbuatannya," ujarnya.

Natalia berharap dengan berjalannya proses hukum baik secara pidana maupun perdata, pihak keluara akan mendapatkan keadilan sebagaimana mestinya.

Seperti diketahui, pasangan suami istri WNA Jerman (Kurt Emil Nonenmacher (85) dan istrinya, Naomi S (53) ditemukan tewas di kediaman korban diPerumahan Giri Loka 2 BSD Tangerang Selatan, Kamis (18/3/2021).

Kedua korban dibunuh oleh tersangka WA (22) yang sakit hati lantaran dipecat dari pekerjaannya. WA adalah buruh bangunan yang merenovasi kediaman korbansejak 22 Februari 2021.

Kedua korban sudah dikebumikan di TPU Buni Ayu Balaraja, Tangerang, Banten. Pemakaman kedua jenazah dilakukan secara berdampingian.

Kasus pembunuhan itu sendiri telah dilakukan reka ulang atau rekonstruksi oleh Polres Tangerang Selatan sebanyak32 adegan. [hpy]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA