Tiga Tahun Laporan di Polres Samosir Mandek

IN
Oleh inilahcom
Rabu 07 April 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Kinerja kepolisian Resor Samosir dikritisi Saddan Sitorus, Pengacara dari Kantor LQ Indonesia Law Firm yang mendampingi Serli Napitu.


Pasalnya, tak ada progres dalam penanganan kasus terlapor Nurcahaya Sigmund, yang sudah tertuang dalam Laporan Polisi No. LP/B-58/IV/2018/SMR/SPKT tertanggal 23 April 2018 atas dugaan tindak pidana pasal Penipuan dan atau penggelapan sebagaimana diatur pada Pasal 378 dan atau Pasal 372 KUHPidana.


"Sudah 3 tahun perkara ini berjalan, tetapi belum menetapkan terlapor menjadi tersangka. kalau sudah begini, Klien Kami akan selalu mengalami kerugian, selaku korban dari tindakan terlapor. Oleh karena itu patut dipertanyakan kredibilitas penyidik, jika ada yang salah menggunakan kewenangan kami akan bertindak secara hukum" Jelas Saddan dalam keterangannya, kepada wartawan, Rabu (7/4/2021).

Menurut Saddan, penyidik harusnya transparan dalam menangani kasus ini, sehingga korban tidak trauma dan skeptis terhadap penegakan hukum yang tidak memiliki kepastian.

"Jika perkara mandek begini patut diduga bahwa ada syarat kepentingan oknum dalam perkara ini, kami akan pelajari, dan jika terbukti ini justru bisa meruntuhkan sistem penegakan hukum, dan penyidik harus menjaga nama baik itu" tandasnya.

Lanjut, Saddan mengaku, selama perkara mandek, Kliennya mendapatkan perlakuan intimidasi dari oknum pengacara terlapor, mulai dari menyuruh paksa meninggalkan rumah yang sudah dibeli dan disewa, pengrusakan handle pintu, pemasangan plank dan spanduk kepemilikan, sampai pengukuruan tanah.

"Kesemua itu dilakukan tanpa hak dan kewenangan," tandasnya.


Serli Napitu diketahui adalah warga negara inggris diminta oleh terlapor untuk membeli 1 unit rumah tinggal dan menyewa 1 unit rumah villa yang terletak dituktuk siadong, kabupaten samosir.

Dengan cara membujuk, terlapor berjanji jika Serli bersedia membeli maka semua surat menyurat mulai dari Akta-Jual Beli sampai balik nama sertipikat sekaligus kontrak sewa-menyewa untuk waktu 5 Tahun akan dibuatkan di Indonesia, karena secara kebetulan keduanya tinggal di luar negeri (Serli Napitu di Inggris dan Nurcahaya Sigmund/terlapor dijerman).

Tetapi terlapor ingkar dari apa yang dijanjikan, setelah kewajiban Serli sudah dilaksanakan yakni membayar Lunas pembeli 1 unit rumah tinggal dan sewa 1 unit rumah villa.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA