Petani Rote Ndao Bantu Pangan,Mentan SYL Sumringah

IN
Oleh inilahcom
Kamis 08 April 2021
share
 

INILAHCOM, RoteNdao - Pandemi COVID-19 tak menyurutkan semangat petani di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, untuk membantu penyediaan pangan. Panen padi berlangsung di berbagai wilayah.

Pada akhir Maret lalu, salah satu anggota Kelompok Tani Donggo, di Desa Oenitas, Kecamatan Rote Barat, melakukan panen seluas 1hektar (ha), sementara potensi panen 20ha.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, pertanian bertanggung jawab memenuhi kebutuhan pangan bagi lebih dari 267 juta penduduk Indonesia, telah melakukan banyak langkah konkret untuk menjamin kebutuhan pangan masyarakat. "Pandemi COVID-19 ini tantangan yang harus kita hadapi selain kesehatan adalah food security, kelaparan akan jadi tantangan terbesar, untuk itu kita harus mampu mempersiapkan sektor pertanian," ujar Mentan Syahrul.

"Kita akan gulirkan stimulan untuk mendukung pertanian dan ganti mesin penggilingan dengan yang baru agar bisa bersaing dan menambah pendapatan. Permodalan bisa dibantu oleh perbankan," tambah Mentan Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, virus corona memang meluluh lantakkan aspek kehidupan, termasuk sektor pertanian.

Mulai dari sistem produksi hingga distribusi terganggu. Akibatnya, Dedi menilai mau tidak mau, siap tidak siap, Indonesia harus menyiapkan pangan sendiri, tidak boleh tergantung impor. "Namun, Indonesia tidak perlu khawatir. Percepatan tanam pun harus dilakukan tanpa henti. Sebagai negara tropis, setiap saat proses pembentukan pangan dapat terus berjalan di Indonesia," katanya.

Penyuluh di BPP Rusalangga, Kecamatan Rote Barat, Bryan Rudolf, menjelaskan bahwa petani yang panen adalah Filipus Sellu, dengan didampingi penyuluh Semi. Varietas yang dipanen menggunakan Ciherang, dengan produksi 5,6 ton/ha GKP. "Dari areal seluas 20 ha itu, diperkirakan masing masing produksinya 5,6 ton/ha. Artinya, beranti dalam waktu dekat, kelompok tani tersebut memanen 112 ton GKP, atau 5.676.16 ton beras," kata Bryan.

Yulia, selaku korwilbin Nusa Tenggara Timur, menilai kalau Varietas Ciherang berpotensi rata rata 6,75-8,13 ton/ha, maka semua teknologi yang memungkinkan diterapkan dengan baik maka produksi sekarang masih bisa ditingkatkan di NTT yang termasuk wilayah IPDMIP. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA