Klien LQ Indonesia Polisikan Pejabat Kejaksaan

IN
Oleh inilahcom
Minggu 11 April 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Klien LQ Indonesia Law Firm, mempolisikan Sekretaris Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Sesjamdatun) Chaerul Amir, terkait dugaan penipuan berkedok penangguhan penahanan.


Selain itu, SK juga melaporkan pengacara Natalia Rusli. Sebelumnya, SK juga sempat melaporkan Chaerul dan lantaran mengaku dijanjikan akan diselesaikan masalahnya.

Kuasa hukum SK dari LQ Indonesia Law Firm, Alvin Lim, mengatakan laporan kedua SK dibuat sebagai antisipasi apabila kliennya 'dijebak' pasca pencabutan laporan pertama.

"Karena rasa kasihan (dengan Chaerul) dan mau selesai secara damai, korban (SK) tetap memerintahkan LQ untuk cabut LP (laporan polisi). Akhirnya LQ menyarankan sebagai pengamanan agar dibuat terlebih dahulu LP kedua dugaan penipuan dengan pelapor suaminya korban SK," ujar Alvin dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/4/2021).


"Jikalau para oknum menjebak maka masih ada laporan polisi. Korban SK setuju taktik LQ dan dibuatlah LP kedua tanggal 7 April 2021 dimana LQ dan korban diam tidak melakukan release ke media," lanjutnya.

Surat permohonan pencabutan LP dimasukkan pada 8 April 2021 siang. Lalu, kata Alvin, malamnya Natalia Rusli membuat laporan balik terhadap korban.

"Dengan gagahnya Natalia memasukkan pelaporan ITE terhadap korban dan kuasa hukum LQ. Lalu dengan angkuhnya press release dan menaikkan berita yang menyebut bahwa korban dan kuasa hukum LQ Indonesia Law Firm telah dilaporkan balik atas tuduhan pencemaran nama baik terkait dugaan penipuan Rp500 juta yang melibatkan Ses," jelas Alvin.


Karena itu, ia pun mengingatkan kembali kepada masyarakat pentingnya didampingi pengacara saat bermasalah dengan hukum. Sehingga keinginan dan rasa keadilan masyarakat akhirnya bisa tercapai.


"Di sini masyarakat dapat melihat bahwa tanpa pendampingan lawyer, dengan mudah korban dapat 'dijebak' kembali, tidak menutup kemungkinan malah korban yang bisa masuk penjara. Benar jadi salah dan salah jadi benar. Tapi LQ Indonesia bisa membaca situasi dan menjalankan strategi hukum dengan baik,"pungkasnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA