https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   12 April 2021 - 11:00 wib

Guru Bangun SDM Tanah Papua, Kenapa Ditembak?

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (Pembela HAM Sedunia) Theo Hesegem mendesak segera dibentuk tim gabungan melibatkan berbagai pihak melakukan investigasi terkait kasus penembakan dua guru  di Beoga Kabupaten Puncak karena merupakan tindakan yang sangat keji dan tidak manusiawi.

"Saya sebagai pembela HAM sangat menyesal tindakan brutal yang diduga dilakukan KKB/TPNPB mengorbankan kedua nyawa guru, yang sama sekali tidak tahu masalah apa-apa? Apa untungnya menembak warga masyarakat sipil yang notabenennya tidak tahu masalah," ungkap Theo Hesegem melalui keterangan tertulis kepada media di Jayapura, Minggu (11/4/2021) malam.

Theo menegaskan guru juga memiliki hak hidup yang sama. Guru di Tanah Papua untuk membangun sumber daya manusia di Tanah Papua.

"Kenapa mereka ditembak? Adanya guru maka kita bisa menjadi pintar dan menjadi orang-orang hebat di tanah ini untuk membangun Papua," katanya.


Seharusnya guru diberikan kebebasan, menurut Theo, sehingga bebas menjalani tugas dan tanggung jawab mereka sebagai guru, mereka harus bebas, dihargai dan dihormati oleh semua orang termasuk KKB/TPNPB Kedatangan guru di sekolah Beoga untuk mengajar anak serta membangun sumber daya manusia dan pendidikan di Tanah Papua lebih khusus Kabupaten Puncak.

"Perlu ketahui bahwa tanpa guru pendidikan di Papua tidak bisa maju, oleh karena itu semua orang punya kewajiban untuk menjaga dan melindungi guru sekalipun mereka adalah masyarakat non Papua," harapnya.

Theo menyebut, jika memang penembakan itu diduga dilakukan oleh KKB/TPNPB adalah tindakan yang tidak terukur dan tindakan itu merugikan anak-anak sekolah karena tanpa guru sekolah tidak akan berjalan dengan baik.

"Semua murid akan menjadi bodoh karena tidak belajar dengan baik. Seharusnya guru-guru tidak perlu ditembak dan menurut saya, tindakan ini tidak manusiawi," tegasnya.



Diketahui, dua orang guru di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua,  ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Sabinus Waker pada Kamis (8/4). Kedua korban bernama Oktavianus Rayo (40) dan Yonatan Renden (28) pada Jumat (9/4). Kelompok KKB sempat mengepung rumah Oktovianus Rayo sebelum guru kontrak yang sudah 10 tahun mengajar di sekolah dasar (SD) Klemabeth itu ditembak mati.

Dia ditembak oleh KKB karena dianggap sebagai pendatang yang bertugas sebagai mata-mata. Letak Beoga sulit dijangkau, menyebabkan tidak banyak orang maupun pendatang yang mau bertahan apalagi berprofesi sebagai pendidik di sana. [wll]

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

Tidak Ada Berita yang Relevan