Gebrakan Bank Mandiri:

Layanan Digital Efisienkan Transaksi Trade Finance

IN
Oleh inilahcom
Selasa 13 April 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Dukungan aplikasi digital, membuat nasabah semakin mudah, murah, cepat, dan aman melakukan transaksi trade finance. Bank Mandiri semakin profesional dan kompetitif dalam memenuhi kebutuhan dan layanan nasabah.

Ada harapan positif setelah tiga bulan program vaksinasi Covid-19 dilakukan di Indonesia. Dengan semakin banyaknya warga negara yang telah divaksin kasus positif Covid-19 mengalami tren penurunan.

Menurut data Kementerian Kesehatan RI, per akhir Maret 2021, masyarakat yang telah divaksin dosis pertama sebanyak 7.435.851 orang atau sebesar 4,10%, dan yang telah divaksin dosis kedua (lengkap) sebanyak 3.330.639 orang atau sebesar 1,83% dari target yang ditentukan.

Pemerintah memprediksi, sampai akhir Desember 2021, target 181.554.465 orang atau 70% dari total penduduk Indonesia sudah selesai divaksin lengkap. Angka 70% ini diharapkan mampu menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) yang bisa mengendalikan penyebaran Covid-19.

Seiring dengan program vaksinasi, kasus harian dan kasus aktif COVID-19 terus menunjukkan tren penurunan. Kasus aktif COVID-19 di Indonesia pernah mengalami puncaknya pada awal Februari 2021 sebanyak 176.672 kasus aktif dari akumulasi kasus positif sebanyak 1.134.854 orang.

Per akhir Maret 2021, kasus aktif COVID-19, turun menjadi 128.250 kasus. Dengan kasus harian sebanyak 5.841 kasus, turun drastis dibanding pada awal Februari yang mencapai 12.865 kasus.

Perkembangan positif ini membawa angin segar bagi program pemulihan ekonomi nasional di tahun 2021. Seperti diketahui, pandemi COVID-19 memberi dampak buruk bagi perekonomian nasional. Menurut catatan Bank Indonesia (BI), pada triwulan IV-2020, ekonomi Indonesia terkontraksi sebesar 2,19% (year on year/yoy), terutama karena masih lemahnya konsumsi swasta dan investasi sebagai dampak masih terbatasnya mobilitas akibat pandemi.

Ke depan, dengan prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 4,3% - 5,3%, perbaikan ekonomi domestik diperkirakan akan berlanjut. Makanya, pemulihan ekonomi menjadi salah satu dari empat fokus APBN 2021 dengan alokasi anggaran sebesar Rp2.750 triliun.

Alokasi anggaran tersebut di antaranya untuk belanja kementerian dan lembaga sebesar Rp1.032 triliun serta transfer daerah dan dana desa sebesar Rp795,5 triliun.

Program pemulihan ekonomi nasional di tahun 2021 ini perlu didukung oleh seluruh stakeholders di negeri ini. Salah satunya bank-bank BUMN. Sebagai lembaga keuangan milik negara yang selama ini menjadi motor penggerak roda perekonomian nasional, bank-bank BUMN tak hanya memberikan penyaluran kredit untuk menggerakkan dunia usaha. Mereka juga menyiapkan produk-produk keuangan yang mendukung proyek-proyek pemerintah maupun swasta

Salah satunya adalah produk layanan bank garansi (BG). Produk bank garansi ini memberikan jaminan pembayaran kepada pihak penerima jaminan (pemilik proyek) apabila pihak yang dijamin (nasabah/kontraktor) tidak memenuhi kewajibannya. Dengan adanya bank garansi, pemilik proyek akan mendapat kepastian bahwa proyek akan berjalan sesuai dengan rencana yang disepakati. Produk bank seperti ini bisa dioptimalkan perannya untuk mendukung proyek-proyek infrastruktur yang sedang menjadi fokus pemerintah saat ini.

Bank Mandiri adalah salah satu bank BUMN yang selama ini menjadi market leader produk bank garansi. Per Desember 2020, market share bank garansi Bank Mandiri adalah 31,6%. Angka ini bertumbuh dari periode yang sama tahun 2019 yang sebesar 29,9%, dengan outstanding mencapai Rp107,1 triliun. Capaian membanggakan di tengah kondisi perekonomian nasional yang terkontraksi di 2020 ini mengukuhkan Bank Mandiri sebagai bank utama penyedia layanan bank garansi di Indonesia.

"Tahun 2021 ini kami targetkan untuk dapat mempertahankan minimum market share 31,6% dan kami tetap berambisi dapat meningkatkan market share di atas itu," ujar Direktur Treasury & International Bank Mandiri, Panji Irawan.

Guna mendukung program pemulihan ekonomi nasional yang dijalankan pemerintah, Bank Mandiri memberikan kemudahan-kemudahan tertentu pada produk bank garansinya, seperti relaksasi persyaratan agunan hingga 0%, kemudahan verifikasi bagi lembaga/kementerian/kantor pelayanan perbendaharaan negara (KPPN), proses penerbitan same day service dan pencetakan bank garansi di lokasi terdekat dengan tempat penyerahan (remote printing). "Kemudahan-kemudahan tersebut diharapkan mampu memperlancar pelaksanaan proyek-proyek pemerintah secara tepat waktu dan tepat anggaran," ujar Panji.

Kemudahan-kemudahan yang diberikan Bank Mandiri pada produk bank garansinya tak lepas dari misi korporasi untuk menyediakan solusi perbankan digital. Ini juga menjadi salah satu menifestasi keinginan Bank Mandiri untuk menjadi salah satu bank digital terkemuka di Indonesia dengan layanan yang andal dan simpel.

Salah satu upaya yang dilakukan Bank Mandiri untuk merealisasikan program tersebut adalah dengan menghadirkan platform digital multiservice Mandiri Global Trade (MGT). "Aplikasi online MGT memberikan solusi atas berbagai kebutuhan finansial nasabah Bank Mandiri dalam transaksi perdagangan internasional, di mana saja dan kapan saja, secara nir-dokumen (paperless) , sehingga meningkatkan efisiensi, baik waktu maupun biaya," papar Panji.

Aplikasi online berbasis website yang mulai diperkenalkan pada pertengahan akhir tahun 2020 lalu itu tak hanya untuk produk BG, tapi juga untuk berbagai transaksi produk trade finance yang dimiliki Bank Mandiri. Transaksi tersebut tidak terbatas pada penerbitan letter of credit (LC) atau Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) dan BG, namun juga termasuk pembiayaan transaksi perdagangan secara online.

Dengan dukungan fitur digital yang andal, aplikasi MGT ini memberikan tiga benefit utama kepada nasabah Bank Mandiri. Pertama, sebagai produk digital, aplikasi MGT sangat efisien dan efektif. Selain paperless yang berarti turut menjaga kelestarian lingkungan hidup, produk digital dengan layanan online mampu memberikan full time service, 24 jam sehari dan 7 hari sepekan (24/7). Nasabah pun tak perlu lagi mengunjungi bank saat akan melakukan transaksi penerbitan, amendement, maupun trande financing. Nasabah cukup memberikan instruksi transaksi trade dan BG secara online.

Kedua, transparan. Nasabah tidak perlu lagi mengunjungi atau menghubungi petugas bank untuk memperoleh berbagai dokumen dan informasi transaksi, seperti informasi ketersediaan limit fasilitas dan pemberitahuan keberhasilan transaksi. Semua itu akan disampaikan melalui pesan pendek (short message service/SMS) dan email terdaftar secara real time. Dashboard MGT juga akan membantu mengingatkan nasabah atas kewajiban yang akan jatuh tempo.

Nasabah juga dapat menikmati layanan pelaporan transaksi dengan templete yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Template draft transaksi yang sering digunakan nasabah juga dapat disimpan untuk transaksi selanjutnya.

Ketiga, aman. Akses ke aplikasi dilakukan secara bertingkat yang fleksibel dengan akses dual control yang menjamin pengawasan transaksi nasabah. Nasabah juga dapat melakukan preview draft terlebih dahulu sebelum melakukan penerbitan LC/SKBDN/SBLC, serta didiskusikan terlebih dahulu dengan rekan bisnis.

Dengan tiga benefit digital aplikasi tersebut, nasabah Bank Mandiri semakin mudah, murah, cepat, dan aman saat melakukan berbagai transaksi trade finance. Di sisi lain, Bank Mandiri pun semakin profesional dan kompetitif dalam memberikan layanan kepada nasabahnya. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA