MKI:Potensi Besar, Baru 10% Faba yang Dimanfaatkan

IN
Oleh inilahcom
Rabu 14 April 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Masyarakat Kelistrikan Indonesia (MKI), Antonius R Artono mengatakan, Indonesia menghasilkan Faba 5-7 juta ton. Namun, baru 10% yang dimanfaatkan.

Melihat kondisi ini, mantan Direktur Operasi PT Indonesia Power, anak perusahaan PT PLN (Persero) itu, menyarankan agar Faba bisa dimanfaatkan lebih besar lagi. Sebab, pemanfaatan Faba akan berdampak positif bagi ekonomi. "Ke depan bisa lebih dioptimalkan lagi, sekaligus menarik bagi investor untuk terjun langsung ke bisnis masih terbuka luas ini," kata Antonius, pada Webinar Ruang Energi "Optimalisasi Pemanfaatan Faba Sumber PLTU Untuk Kesejahteraan Masyarakat" di Jakarta, Rabu (14/4/2021).

Menurut dia, Faba bisa digunakan sebagai bahan campuran beberapa produk. Seperti campuran semen, bahan baku konblok, atau bahan kontruksi lainnya. "Secara ilmiah, Faba aman dan bisa digunakan untuk bahan baku industri di Indonesia. Oleh karenanya, perlu regulasi yang jelas dan pro pada investor termasuk kemauan memberdayakan UMKM lokal terutama di sektar industri dan PLTU penghasil Faba," kata Antonius.

Kendati begitu, papar dia, pemanfaatan Faba harus tetap menggunakan produk iptek yang baik dan ramah lingkungan. "Bila perlu, mulai pemanfaatan batubara dilakukan dengan teknologi ramah lingkungan."

Sementara Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Dr Agus Puji Prasetyono mengatakan, potensi pemanfaatan Faba atau abu hasil pembakaran batubara di PLTU atau industri sangat besar dan menjanjikan. Kini, batubara menjadi sumber energi utama khususnya d PLTU di Tanah Air. "Faba bukan masuk kategori B3. Dan bisa dijadikan bahan campuran semen, bahan bangunan, konblok, dan lainnya. Faba sesuai PP No.22/2021 tidak termasuk limbah B3," kata Agus Puji

Menurutnya, konsumsi batubara di Indonesia sekitar 151 juta ton per tahun. Emas hitam itu paling banyak digunakan untuk PLTU serta beberapa industri seperti semen dan lain di Tanah Air.

Bisa dibayangkan, berapa besarnya Faba yang dihasilkan di Indonesia dan bisa diolah kembali. Faba bisa diolah menjadi aneka produk baru bernilai ekonomi tinggi. "Ini tantangan bagi kita semua, khususnya pelaku industri terkait, termasuk UMKM yang makin banyak dan kreatif," kata Agus Puji lagi.

Yang pasti, menurut dia, dari Faba yang dihasilkan industri di Indonesia, memberi peluang untuk pemberdayaan UMKM nasional. Mereka bisa ikut mengolah dan memberdayakan Faba menjadi aset bernilai ekonomi tinggi.

Pengalaman membuktikan, abu batubara itu bisa diolah menjadi bahan campurna semen, batubata, konblok dan lainnya. "Proses ini akan sangat membantu, karena limbah dari proses industri langsung diolah dan dimanfaatkan menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi," jelas Agus Puji.

Menurut perhitungan DEN, dari industri pengolah Faba, bisa mendorong penciptaan lapangan kerja baru sampai 566.000 orang lebih. Sedang nilai tambah yang bisa dihasilkan mencapai kisaran Rp4,1 triliun per tahun. "Ini potensi ekonomi yang sangat besar dan menjanjikan di tengah kondisi pandemi yang beku berakhir," kilah Agus Puji. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA