Jawaban Dinkes Soal Warga Muntah Darah Usai Vaksin

IN
Oleh inilahcom
Kamis 15 April 2021
share
 

INILAHCOM, Pamekasan - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Jawa Timur Achmad Marsuki mengkonfirmasi, kabar warga muntah darah pascavaksinasi COVID-19.


"Itu bukan karena kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI), namun karena kejadian lain yang waktunya memang hampir bersamaan," kata Marzuki, Rabu (14/4/2021).


Marsuki menyampaikan, saat ini kondisi warga tersebut sudah membaik dan telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Pamekasan.

Warga yang mengalami muntah darah setelah mengikuti vaksinasi COVID-19 itu bernama Mario Tri Atnarto, asal Dusun Tengah, Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan, Pamekasan.

Mario yang merupakan tenaga honorer di Dinas Pertanian Pemkab Pamekasan itu mengikuti vaksinasi COVID-19 bersama teman sekantor di Puskesmas Pademawu, Pamekasan.

Pegawai dengan nomor tiket P-GRIR2MSI ini menerima suntikan vaksin COVID-19 di Pademawu-13370301 pada 24 Maret 2021 dengan nama vaksin Coronavac, dan vaksinasi tahap kedua pada 7 April 2021.

Saat di lokasi vaksinasi, Mario tidak merasakan gejala apapun, hingga waktu tunggu 30 menit yang diberikan petugas selesai.

Hanya saja, setelah yang bersangkutan pulang ke rumah, ia mengalami mual, lalu muntah darah. Pihak keluarga Atnarto menduga kuat hal itu akibat vaksinasi COVID-19, karena sebelumnya yang bersangkutan tidak memiliki riwayat penyakit apapun.

Karena penyakitnya kian parah, Atnarto selanjutnya dirujuk ke Puskesmas terdekat, yakni di Puskesmas Larangan Badung.

Saat tiba di Puskesmas, pasien diinfus oleh petugas medis, karena kondisi tubuhnya lemah, tidak langsung bisa, karena diduga mengalami pembekuan darah.

Hasil pemeriksaan laboratorium oleh petugas medis menyebutkan yang bersangkutan mengalami infeksi paru-paru dan itu terjadi sejak sebelum vaksinasi pertama.

"Jadi, yang dialami Mario itu bukan karena KIPI, tapi karena penyakit lain yang menyertainya," kata Marzuki.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA