Sekolah Lapang IPDMIP

Kementan Genjot Kapasitas Petani Daerah Irigasi

IN
Oleh inilahcom
Kamis 15 April 2021
share
Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi (tengah) menjawab awak media didampingi Kepala Pusluhtan, Leli Nuryati (kiri) - (Foto: BPPSDMP)

INILAHCOM, Jakarta - Apabila sektor pertanian ingin berkembang, maka sebelum membangun sarana prasarana dan menyiapkan alat mesin pertanian (alsintan), tingkatkan dahulu kapasitas petani dan penyuluh selaku SDM pertanian, pengungkit utama produktivitas pertanian.

Jepang membuktikannya. Bertekuk lutut pada sekutu pada 8 Agustus 1945, mendiang Kaisar Hirohito memilih menemui guru di seantero negeri sakura - bukan insinyur maupun serdadu - untuk mendidik generasi muda agar Jepang segera bangkit. Terbukti, inovasi teknologi membuat Jepang bangkit, mengimbangi dominasi Barat.

Semangat membangun SDM pertanian, terus diupayakan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian pada Kementerian Pertanian (BPPSDMP Kementan) melalui Program Integrasi Partisipasi Pertanian dan Manajemen Irigasi/Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP) pada 74 kabupaten di 16 provinsi.

"Faktor utama pengungkit produktivitas pertanian adalah SDM pertanian. Kontribusi terbesar setelah benih, pupuk, sarana prasarana dan alsintan," kata Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi.

Dia mendukung langkah Kementan didukung IPDMIP menggelar kegiatan sekolah lapang (SL) sebagai sarana penyuluhan, pendidikan dan pelatihan pada petani di daerah irigasi (DI) yang dibidik IPDMIP. Cakupannya 875.249 hektare atau 778 DI dan jaringan irigasi direhabilitasi seluas 330.037 hektare, di antaranya SL IPDMIP pada 10 DI di Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatra Barat, baru-baru ini.

"SL IPDMIP akan memberikan banyak pengetahuan baru untuk petani. Pengetahuan itu harus bisa diserap dan diimplementasikan ke lahan masing-masing," kata Dedi.

Langkah tersebut sejalan instruksi dan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa kapasitas SDM pertanian harus ditingkatkan, kunci utama produktivitas.

"Petani harus terus memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kapasitasnya. Karena, ilmu pengetahuan terus berkembang," kata Mentan Syahrul.

Kegiatan SL IPMDIP di Kabupaten Lima Puluh Kota disambut antusias petani dan penyuluh. Total jumlah peserta 275 orang, terdiri atas 85 pria dan 190 wanita, sementara tiap kelas SL maksimal dihadiri 25 peserta.

Masmariel, Kabid Prasarana Sarana maupun Vivi Febria, Kabid Penyuluhan pada Pemkab Lima Puluh Kota mengapresiasi antusias petani bersama penyuluh mengikuti kegiatan SL. Materi utama SL, penggunaan uji tanah sawah, metode analisa dan hasil pengujian serta seleksi benih padi dan pembuatan pupuk kompos.

"Faktor pengungkit utama peningkatan produktivitas pertanian adalah SDM yakni petani, penyuluh, petani milenial, poktan dan gapoktan," kata Dedi Nursyamsi.

Sebagaimana diketahui, 10 DI di Kabupaten Lima Puluh Kota, dua di antaranya kewenangan Pemprov Sumbar meliputi DI Batang Liki di Kecamatan Suliki, DI Tanjuang Batauik di Kecamatan Guguak VIII Koto; DI Batang Sianipan (Nagari Sarilamak) dan DI Batang Mungo (Nagari Taram) di Kecamatan Harau; DI Lurah Bukik (Nagari Balai Panjang), DI Banda Baliak Sariak (Nagari Ampalu) di DI Batang Coran (Nagari Sitanang) di Kecamatan Lareh Sago Halaban (LSH); DI Titian Ampera (Nagari Koto Tangah Batu Hampar dan Nagari Batu Hampar) Kecamatan Akabiluru; DI Batang Tabik di Kecamatan Luak; dan DI Lampasi di Kecamatan Payakumbuh. [yha]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA