Tak Ajukan Eksepsi, Pemilik ACK Yakin Jadi JC

IN
Oleh inilahcom
Kamis 15 April 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Pemilik PT. Aero Citra Kargo ACK Siswadi Pranoto Loe tidak mengajukan eksepsi atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Siswadi didakwa bersama-sama melakukan korupsi pengurusan Ekspor Benur di Kementerian Kelautan dan Periksanan tahun 2020.

"Eksepsi biasanya menyoal Kewenangan pengadilan, serta susunan dakwaan. Banyak saksi yang tinggal dan dekat Jakarta sehingga pengadilan Tipikor Jakarta berwenang mengadilinya," kata Penasihat Hukum Siswadi Petrus Ballapaytona usai mendampingi kliennya di pengadilan Tipikor Jakarta ,Kamis (15/4/2021).

Terkait perkaranya Petrus mengungkapkan klienya adalah salah satu pelaku yang bekerja sama dan berhak mengajukan sebagai Justice Colaborator (JC) .

"Klien kami Pak Siswadi Pranoto Loe selaku pemilik PT Aero Citra Kargo tidak tahu menahu soal keuntungan atau uang yang masuk kerekening ACK sebesarRp.24.6 miliar serta uang yang masuk sebagai keuntungan ack senilai Rp 5 miliar," ungkapnya.

Petrus menambahkan ketika kasus ini terkuak ,klienya pun langsung mengembalikan seluruh uang yang masuk ke KPK., Dan menyatakan mendukung penuntasan kasus tersebut , dengan tindakan kooperatif 7 orang saksi dari ACK

Komisaris PT perishable Logistic Indonesia dan pemilik PT Aero Citra Kargo ACK Siswadi Pranoto Loe didakwa bersama sama Amirul mukminin Sekretaris Pribadi Edy Prabowo , Ainul Faqih Staf Pribadi IIS Rosita Dewi ,Anggota DPR-RI sekaligus istri Edy Prabowo serta bersama mantan menteri kelautan dan perikanan Edy Prabowo diduga menerima uang suap dari para eksportir benih lobster tahun 2020.

Penerimaan sekitarRp 24,6 miliar atas persetujuan selaku ekportir benur pada kementrian Kelautan dan Perikanan tahun 2020 lalu, dalam perkara ini PT. ACK diuntungkan sebesar Rp 5 miliar

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA