Eksportir Setor Uang Suap Lewat Bank Garansi BNI

IN
Oleh inilahcom
Jumat 16 April 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Sejumlah eksportir Benih Bening Lobster (BBL) ramai-ramai menyetorkan uang suap untuk Menteri Kelautan dan Perikananan Edhy Prabowo lewat rekening Bank Garansi yang di buat di Bank Nasional Indonesia (BNI).

Jaksa Penuntut Umun pada Komisi Pemberantasan Korupsi menjelaskan bahwa Bank Garansi di BNI ini merupakan hasil dari kesepakatan antara Kepala Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Jakarta I (Soekarno-Hatta) Habrin Yake dengan para eksportir BBL.

Adapun nilai uang yang disetor ke Bank Garansi pada Bank BNI ditetapkan oleh Edhy Prabowo."Selanjutnya atas permintaan Andreau Misanta Pribadi (Stafsus Edhy Prabowo) para eksportir BBL diharuskan menyetor uang ke rekening Bank Garansi sebesar Rp1.000 per ekor BBL yang diekspor yang telah ditetapkan oleh terdakwa (Edhy Prabowo)," kata Jaksa saat membacakan surat dakwaan terdakwa Edhy Prabowo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (15/4/2021)..

Jaksa menyebut saat itu Kementerian Keuangan belum menerbitkan revisi Peraturan Pemerintah tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ekspor BBL. Namun, para eksportir benur tetap menyetor uang tersebut."Sehingga kemudian terkumpul uang di Bank Garansi yang jumlah seluruhnya sebesar Rp52.319.542.040,00," lanjut jaksa.

Uang yang terkumpul itu digunakan untuk kepentingan Edhy Prabowo dan istrinya, Iis Rosita Dewi untuk belanja barang mewah di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat pada 21-23 November 2020. Sekitar Rp750 juta digunakan untuk membeli jam tangan Rolex, tas Tumi dan Louis Vuitton, serta baju Old Navy.

Edhy diduga menerima uang Rp 3,4 miliar melalui kartu ATM yang dipegang staf istrinya. Selain itu, ia juga diduga pernah menerima USD 100 ribu yang diduga terkait suap. Adapun total uang dalam rekening penampung suap Edhy Prabowo mencapai Rp 9,8 miliar.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA