Geliatkan Ekonomi Kota Cirebon di Tengah Corona

IN
Oleh inilahcom
Jumat 16 April 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Kota Cirebon, Jawa Barat, menyimpan potensi yang kaya dalam produk etniknya, seperti batik, topeng, ukiran kayu, lukisan kaca, kaca dekorasi dan lainnya.

Selain itu, karakteristik, corak dan ornamen produk UMKMnya dipengaruhi oleh berbagai budaya, yakni Islam, Cina, Arab dan Hindu. Dengan potensi produk usaha yang kaya ini, meskipun di tengah pandemi, UMKM Cirebon harus tetap berkegiatan dengan memanfaatkan peluang entreneurship dan technopreneurship. "Pemerintah memberikan jaringan infrastruktur internet agar masyarakat bisa lebih produktif dalam menjual produknya secara online, meskipun tidak bisa bertransaksi jual beli secara tatap muka namun kini UMKM Cirebon masih bisa tetap survive di tengah pembatasan sosial," ujar Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Septriana Tangkary dalam membuka acara Creativetalks Pojok Literasi, "Dorong Geliat Ekonomi Kota Cirebon di Tengah Pandemi" dalam keterangan resmi, Jumat (16/4/2021).

Septriana memberikan motivasi kepada UMKM Cirebon bahwa selalu ada peluang di tiap kesulitan. "Tunjukkan kita bangsa Indonesia, wong Cerbon, mampu mengatasi wabah pandemi global ini secara bersama-sama", ucapnya.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini yaitu Asisten Deputi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Kewirausahaan, Kemenko Perekonomian, Chairul Saleh; Ketua Umum Dharma Pertiwi dan e-commerce LaDaRa, Nanny Hadi Tjahjanto; dan Founder Batik Trusmi, Sally Giovanny.

Ketua Umum Dharma Pertiwi dan e-commerce LaDaRa, Nanny Hadi Tjahjanto menyampaikan, LaDaRa berisi 100% produk-produk dalam negeri yang diinisiasi oleh Anggota TNI yang disupervisi oleh Dekranas yang diperuntukan bagi masyarakat Indonesia untuk mengembangkan produk unggulan UMKM secara online agar tetap produktif, kreatif dan inovatif.

"Digitalisasi UMKM sangat penting untuk mengembangkan dan memajukan UMKM di Indonesia. Berwirausaha tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri tetapi juga orang lain dengan membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya", ujarnya.

Asisten Deputi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Kewirausahaan, Kemenko Perekonomian, Chairul Saleh menyampaikan pandemi membuat pergeseran perilaku kita. Digitalisasi sangat tidak terhindarkan. Inovasi dan digitalisasi menjadi solusi kebangkitan ekonomi yang sangat relevan dengan kondisi saat ini. "Anak-anak muda sekarang lebih maju dan lebih punya keberanian dibandingkan jaman saya dulu. Anak muda sekarang ketika lulus sudah banyak yang ingin menjadi pengusaha," ungkapnya.

Founder Batik Trusmi, Sally Giovanny menyampaikan terjadi perubahan cara usaha dengan adanya pandemi. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi yaitu menjual produk secara online. "Ekonomi di kota Cirebon sudah menggeliat. kami mendapatkan dukungan dari pemerintah Kota Cirebon berupa relaksasi aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro, guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," jelasnya.

Sally memberikan tips bagaimana caranya memulai usaha, yaitu dimulai dengan niat yang kuat, lakukan yang bisa dilakukan, jangan terus menunda untuk memulai usaha dan mulai usaha dari apa yang kita suka. "Tentunya kita akan lebih tekun untuk menjalani dan mengembangkan usaha sesuai dengan apa yang kita suka," tuturnya menutup paparan.

Creativetalks Pojok Literasi ini diselenggarakan oleh Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Kominfo dan diikuti *30 orang peserta yang hadir secara offline dan 224 peserta daring. Kegiatan ini juga disiarkan secara langsung melalui aplikasi Zoom Meeting dan channel Youtube DJIKP Kementerian Kominfo. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA