Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster

IN
Oleh inilahcom
Jumat 16 April 2021
share
 

INILAHCOM, Surabaya - Dalam peran menjaga lingkungan dan menegakan aturan di bidang kepabeanan, Bea Cukai terus melaksanakan pengawasan berkelanjutan dan maksimal terhadap berbagai upaya pelanggaran terhadap Undang-Undang Kepabeanan.

Dengan bersinergi bersama instansi pemerintah di lingkungan Bandara Internasional Juanda, Bea Cukai Juanda berhasil menggagalkan upaya penyelundupan pengiriman Benih Bening Lobster (BBL)/ baby lobster ilegal tujuan Kawasan Bebas Batam.

Dalam konferensi pers yang digelar Kamis (15/4/2021) di Aula Kantor Bea Cukai Juanda, Bea Cukai membeberkan kronologis dari penindakan yang dilakukan atas 80.000 benih lobster dengan perkiraan harga Rp8 miliar.

Kepala Kantor Bea Cukai Juanda, Budi Harjanto, mengatakan bahwa masa-masa masuknya bulan Ramadan dianggap pelaku sebagai kesempatan untuk melancarkan aksinya.

"Pelaku berusaha memanfaatkan bulan Ramadan sebagai celah untuk melakukan tindak kriminalnya. Bea Cukai akan tetap memberikan pelayanan dan pengawasan maksimal meski di masa pandemi maupun bulan Ramadan seperti ini," ungkap Budi

Kronologis penindakan kemudian disampaikan atas adanya informasi terkait rencana pengiriman BBL ilegal via udara/ tujuan Kawasan Bebas Batam. Atas informasi tersebut, Kamis pagi sedari pukul 04.00 WIB dilakukan pengawasan terhadap kiriman cargo secara mendalam bersama pihak maskapai dan BKIPM Surabaya I.

Setelah dilakukan pengawasan mendalam, petugas berhasil menemukan 2 koli berisi 80 kantong plastik, masing-masing berisi seribu BBL jenis Pasir. Pengirim paket berinisial AP menggunakan ekspedisi PT CDA.

Untuk mengelabuhi petugas, barang kiriman diberitahukan sebagai General Cargo Garment - Elektronik Textile Doc Paket.

Di dalam kamasan, barang dikamuflasekan dengan daun-daun pisang dan kerupuk serta dibungkus ulang menggunakan kardus. Bentuk kemasan dimodifikasi sehingga tidak menyerupai box sterofoam pada umumnya.

Sebanyak 80.000 ekor BBL dengan taksiran harga Rp8 miliar berhasil diamankan. Kemudian kiriman cargo tersebut diserahterimakan ke BKIPM Surabaya I untuk diproses lebih lanjut.

"Mari bersama memperkuat sinergi dan kewaspadaan terhadap berbagai upaya pelanggaran hukum demi menciptakan bangsa yang sejahtera dan bebas tindak penyelundupan," tutup Budi. [adv/ikh]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA